![]() |
| @Weihnachtsmarkt di depan Rathaus, Wina, Austria, November 2012. |
Senin, 24 Desember 2012
Frohe Weihnachten
Deutschlerner, die Weihnachten haben, begrüße ich Euch
Selasa, 18 Desember 2012
Euro, uangnya Jerman dan Eropa
Pasti sudah pada tau ya bahwa di Jerman dan 12 negara Eropa lainnya mata uang yang digunakan sama yaitu Euro (dalam bahasa Jerman dibaca 'oiro').
Negara-negara di Eropa yang menggunakan Euro adalah Belgia, Jerman, Finlandia, Perancis, Yunani, Belanda, Irlandia, Italia, Luxemburg, Austria, Portugal, Slovakia dan Spanyol. Kurang lebih 200 juta orang menggunakan Euro. Banyak juga ya, tapi yang menggunakan rupiah lebih banyak lagi, lho, karena penduduk Indonesia saja jumlahnya sudah 240 juta orang, he he he.
![]() |
| Uang Euro milik saya sewaktu ke Austria bersanding dengan pelajaran mengenai Euro di buku Studio dA1. Saya punya hampir semua koin yang ada dalam buku ini. |
Yang menarik, uang lembaran Euro (die Euroscheine) sama baik gambar, bentuk dan ukurannya di semua negara tersebut. Tetapi untuk uang koinnya (Münze) berbeda-beda di setiap negara. Masing-masing negara memiliki koin yang merupakan simbol dari negara mereka. Tetapi semua koin tersebut berlaku di 13 negara pemegang Euro.
Di buku Studio dA1 halaman 23 terdapat informasi mengenai hal tersebut. Pelajaran mengenai budaya di negara yang bahasanya sedang kita pelajari dsebut dengan Landeskunde.
Inilah yang mendorong saya sewaktu di Austria untuk mencari, menahan bahkan rela menukar uang demi mengkoleksi koin Euro dari setiap negara. Nah, jadi hasilnya mulai hari ini (18/11/12) saya bisa menunjukkan kepada murid Euro yang sebenarnya, bukan cuma gambar saja, he he he. Tapi memang saya dasarnya adalah kolektor koin dari berbagai negara.
Ada kejadian lucu, seorang trainer di Austria kemarin, begitu tau cita-cita saya langsung memberikan saya koin Euro dari Yunani, karena koin Euro dari Yunani agak jarang beredar. Dan dia bilang, setelah ini dia juga harus berburu Euro Yunani untuk dikoleksi. Ada yang tau kenapa? Karena saat ini, Yunani sebagai negara yang menjelang bangkrut dan mungkin harus keluar dari zona Euro. Nah, saat itulah koin Euro Yunani tidak diproduksi lagi. He he he, betul juga ya pendapat beliau itu.
Meski bentuknya sama, tetapi nilai suatu barang ternyata berbeda-beda di negara-negara tersebut. Misalnya, ketika saya membeli sebuah majalah, di sana tertera Deutschland € 2,20, Österreich € 2,55, BeNeLux € 2,60, Italien € 2,60, Slowenien € 2,55, Slowakei € 3,00.
Saya tidak paham kenapa harganya bisa berbeda-beda untuk barang yang sama. Bisa jadi karena kekuatan ekonomi negara tersebut. Yang terjadi kemudian, kadang-kadang di perbatasan negara (tidak ada perbatasan semacam tembok, kadang hanya semacam tugu saja) orang dari negara A berbelanja barang X di negara B, sedangkan orang di negara B berbelanja barang Y di negara A, karena lebih murah.
Selasa, 11 Desember 2012
Kamus Jerman - Jerman
Saya sudah meng-upload beberapa jenis kamus, ya. Mulai dari kamus Jerman - Indonesia, Indonesia - Jerman, Kamus Indonesia - Jerman vis a vis terbitan Langenscheidt yang mungil itu juga kamus online bahkan kamus di Blackberry. Lumayan lengkap, kan.
Kali ini saya meng-upload cover kamus Jerman - Jerman. Kamus ini keluaran penerbit Wahrig. Saya beli kamus ini tahun 1992 (saya ingat, karena saya selalu menulis tanggal pembelian di hampir semua koleksi buku-buku saya) :D Harganya masih Rp 15.000,-
![]() |
| Kamus Jerman - Jerman terbitan Wahrig |
Kamus ini digunakan kalau sudah selesai B1, jadi ketika mau masuk kelas B2. Kalau masih pemula, jangan pakai kamus ini dulu ya. Kalau mau beli, apalagi kalau lagi diskon, silahkan saja.
Saya dulu pernah ditawari dosen (orang Jerman) kamus Jerman - Jerman terbitan Langenscheidt, harganya waktu itu masih Rp 40.000,- (tahun 1992), tapi saya tolak karena baru beli kamus ini. Nyesel juga sih ya, karena saya kolektor buku.
Bagusnya kamus Jerman - Jerman, baik terbitan Wahrig maupun Langenscheidt adalah kamus ini menyediakan contoh-contoh kalimat dari suatu kata kerja.
Misalnya:
Mana kalimat yang benar? Ich bedanke mir bei dich atau Ich bedanke mich bei dir?
Yang benar adalah Ich bedanke mich bei dir.
Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sama saja, Saya berterima kasih kepadamu. Tapi pola kalimat bahasa Jerman tidak bisa begitu.
Kata berterima kasih dalam bahasa Jerman adalah danken atau sich bedanken. Sich bedanken termasuk kata kerja reflexive yang didamping preposisi tertentu yaitu bei.
Nah, preposisi bei membutuhkan Dativ dan makna bei di sini artinya kepada, bukan ada di, karena di sini bei tidak bermakna lokasi (lihat postingan tentang preposisi).
Boleh enggak diganti dengan preposisi lain misalnya auf? Jawabannya sudah pasti, gak bisa lah yaww. Pola ini sudah paten, jadi wajib dihafalken.
Nah, di kamus Jerman-Jerman ini akan disebutkan contoh-contoh lainnya. Jadi gak boleh ngasal atau ngarang-ngarang, kalau ketemu satu kata kerja baru. Mbah Goethe bisa ngamuk-ngamuk, nih.
Minggu, 04 November 2012
Salam dari Austria
Liebe Freunde,
Sejak tanggal 28 Oktober 2012 sampai tanggal 23 November 2012, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti training di Austria. Trainingnya mengenai kepemiluan. Sungguh ini suatu kesempatan yang langka dan luar biasa, karena saya satu-satunya peserta dari Indonesia dan mendapat beasiswa dari pemerintah Austria.
Sungguh tidak menyangka, kalau hari pertama langsung mendapat salju :D. Cuaca memang dingin, tetapi ternyata saya bisa tahan dengan dinginnya Austria, khususnya di kota Stadtschlaining yang terletak di provinsi Burgenland.
| Di depan hotel, gak nyangka punya jaket putih, saljunya putih, jadi gak kelihatan deh. |
Cuaca di sana ternyata gak beda jauh dengan Puncak, jadi it's ok. Kata teman-teman yang orang Austria, dinginnya akan parah, kalau
ada angin. Orang Austrianya aja gak tahan.
Stadt Schlaining terletak di provinsi Burgenland. Stadt artinya kota, sedangkan peserta training tinggal di Hotel Burg Schlaining, "Burg" artinya kastil.
Untungnya, pagi-pagi langsung motret, karena ternyata salju hanya bertahan beberapa jam saja. Jadi punya kenang-kenangan deh bersalju ria :D.
Tempat trainingnya di BurgSchlaining yang berseberangan dengan hotel.
| Di depan kastil, sebelum mulai training |
Mengenai kastilnya akan diceritakan pada postingan berikut. Yang jelas, trainingnya super padat, maklum deh, standar Jerman. Orang-orang di kota ini ramah, menegur semua orang yang mereka temui di jalan, meskipun orang asing, meskipun cuma "Griass Gott".
Sabtu, 20 Oktober 2012
Program TV "Inovator" dari Deutsche Welle
Liebe Freunde,
sudah banyak yang tau Deutsche Welle ya, program TV dan radio dari Jerman. Bisa diklik di www.dw.de. Apa aja sih yang bisa didapat dari Deutsche Welle (DW)? Banyak banget. Saya sendiri seminggu sekali mendengarkan DW dalam bahasa Jerman untuk menjaga dan melatih kemampuan mendengar saya.
Maklum deh, cari partner berbahasa Jerman di Indonesia kan tidak mudah. DW memungkinkan hal tersebut. Cuma untuk yang bahasa Jermannya masih level pemula masih agak sulit untuk memahami. Gak apa-apa, dengarkan saja, nanti lama-lama, telinga kita akan terlatih.
Kali ini DW membuat terobosan baru untuk pemirsa Indonesia yaitu dengan menghadirkan program TV bernama "Inovator", keine Sorge (jangan khawatir), programnya dalam bahasa Indonesia, kok.
Isi atau materinya menarik banget. Sesuai dengan namanya, "Inovator" program TV ini memfokuskan pada bidang sains dan teknologi,
isu-isu lingkungan, gaya hidup dan ilmu kedokteran, riset
terkini mulai dari teknologi luar angkasa, inovasi untuk meminimalisir berbagai
akibat perubahan iklim, atau cara-cara mengobati masalah kesehatan. Ada juga sesi yang menceritakan gaya hidup di Jerman.
Yang paling saya suka dari program ini adalah wawancara dengan ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang bekerja di Eropa. Yeayyy, banyak lho orang Indonesia yang berkiprah di Eropa, bangga deh. Dan saya yakin, banyak pembaca dan pembelajar di blog ini dan akan ke Jerman untuk kuliah, suatu hari akan jadi nara sumber dalam program ini. Aamiin.
Durasi acara 26 menit dan hadir seminggu sekali di TVRI,
Bali TV, Radar TV, Banten TV dan Tempo TV.
Jadwal Tayang program "Inovator"
Stasiun Televisi
|
Jam
|
TVRI Daerah (Jakarta dan Banten)
|
Sabtu, 15.30 WIB
|
TVRI Nasional
|
Kamis, 10.00 WIB
|
Bali TV
|
Senin, 17.00 WIB, Jum'at 11.30 WIB (siaran ulang)
|
Tempo TV
|
Selasa, 19.30 WIB, Rabu 11.00 WIB (siaran ulang)
|
Radar TV
|
Kamis, 19.00 WIB, Senin 19.00 WIB (siaran ulang)
|
Banten TV
|
Jum'at 12.30 WIB, Senin 20.30 WIB (siaran ulang) , Selasa
07.00 WIB (siaran ulang)
|
Gak sempat nonton di TV, gak masalah, konten
multimedia dari seri acara „Innovator“ dapat juga diakses secara online di www.dw.de/Indonesia.
Yuk, nonton "Inovator".
Yuk, nonton "Inovator".
Sabtu, 06 Oktober 2012
Nama-nama binatang dalam bahasa Jerman
Kali ini saya akan membahas binatang atau hewan dalam bahasa Jerman. Sebagian mirip dengan bahasa Inggris, ya iyalah bahasa Jerman kan leluhurnya bahasa Inggris. Nah, kalau ini ceritanya nanti ya. pasti bakalan seru.
Di bawah ini ada gambar nama-nama hewan dalam bahasa Jerman.
![]() |
| Foto is downloaded from Ich Liebe Deutsch. |
Perhatikan, bahwa setiap hewan mempunyai jenis kelamin tertentu. Implikasi atau pengaruhnya apa dong? Jelas ada.
Anjing itu menggonggong. Der Hund bellt.
Dia lapar. Er hat Hunger.
--> anjing adalah subyek
Saya punya seekor anjing. Ich habe einen Hund.
Saya memanggilnya. Ich rufe ihn.
--> anjing menjadi obyek Akkusativ.
Anak lelaki itu menolong anjing itu. Der Junge hilft dem Hund.
Dia memberinya tulang. Er gibt ihm ein Knochen.
--> Anjing menjadi obyek Dativ.
Nah, dari sini kalian bisa lihat yah, bahwa binatang juga menggunakan Personalpronomen atau kata ganti orang yang sudah kalian pelajari sebelumnya.
Ini berbeda kan seperti bahasa Inggris, di mana semua nama atau jenis binatang menggunakan kata ganti orang yang sama, yaitu it. Sedangkan dalam bahasa Jerman, nama atau jenis binatang tidak bisa semuanya digantikan dengan es. Tetapi harus diganti sesuai dengan jenis gendernya. Kucing adalah die Katze, feminin, jadi kata gantinya adalah sie (subyek), sie (obyek Akkusativ), dan ihr (obyek Dativ). Tetapi, kucing jantan disebut der Kater, sehingga harus ikut contoh di atas, ya.
Das Krokodil, netral, jadi kata gantinya adalah es (subyek), es (obyek Akkusativ), dan ihm (obyek Dativ).
Alles Gute!!!
Kamis, 27 September 2012
Mengurus visa Austria
Griass God*,
saya lagi happy nih, ich bin soooo fröhlich, karena saya dapat beasiswa dari pemerintah Austria untuk mengikuti suatu training kepemiluan. Ich bekomme ein Stipendium von der Osterreichischen Regierung für ein Training in Osterreich.
Oh ya, bahasa resmi di Austria adalah bahasa Jerman. Meskipun dalam training bahasa yang digunakan dalah bahasa Inggris. Ini sih asumsi saya aja, alasan saya lolos seleksi adalah salah satunya karena saya bisa berbahasa Jerman, he he he, meski pengalaman saya memantau pemilu juga sudah cukup banyak juga sih, saya mantau pemilu di Indonesia sejak tahun 1999 (pemilu pertama pasca reformasi) dan juga sudah memantau pemilu di 3 negara lainnya untuk 5 jenis pemilu yang berbeda.
Oh ya, bahasa resmi di Austria adalah bahasa Jerman. Meskipun dalam training bahasa yang digunakan dalah bahasa Inggris. Ini sih asumsi saya aja, alasan saya lolos seleksi adalah salah satunya karena saya bisa berbahasa Jerman, he he he, meski pengalaman saya memantau pemilu juga sudah cukup banyak juga sih, saya mantau pemilu di Indonesia sejak tahun 1999 (pemilu pertama pasca reformasi) dan juga sudah memantau pemilu di 3 negara lainnya untuk 5 jenis pemilu yang berbeda.
Trainingnya berlangsung 28 Oktober - 23 November 2012 di Stadtschlaining, Austria. Menginapnya di hotel Burg Schlaining. Wuih, tinggal dan menginap di Burg atau kastil merupakan satu impian saya sejak kecil.
Kayaknya karena waktu kecil kebanyakan baca bukunya Enid Blyton yang banyak bercerita tentang petualangan di kastil-kastil Inggris. Yang tidak tau buku-bukunya coba klik Lima Sekawannya, Enyd Blyton, atau tanya mama dan papa kamu. Buku-buku ini populer banget tahun 80-an.
Kayaknya karena waktu kecil kebanyakan baca bukunya Enid Blyton yang banyak bercerita tentang petualangan di kastil-kastil Inggris. Yang tidak tau buku-bukunya coba klik Lima Sekawannya, Enyd Blyton, atau tanya mama dan papa kamu. Buku-buku ini populer banget tahun 80-an.
![]() |
| Kastil Burg Schlaining. Keren yakkk. Foto diunduh dari http://www.travel2austria.com/?Burgenland:Schlaining%2FStadtschlaining. Karena saya belum ke sana. Kalau dah ke sana, saya potret dan upload di sini. |
Sebelum berangkat tentu saja kita harus punya visa. Austria termasuk negara Schengen, artinya jika kita memiliki visa Schengen, kita bisa bebas masuk ke negara mana saja yang sama-sama negara Schengen. Ada 25 negara yang tergabung dalam Schengen, sedapppp.
Saya mau cerita dulu proses membuat visa ke Austria. Kalau lihat prosedur di websitenya kedutaan Austria, sebenarnya standar saja, kurang lebih sama dengan yang peraturan yang ada di kedutaan lain.
Dokumen yang saya persiapkan :
Dokumen yang saya persiapkan :
1. Undangan dari institusi yang mengundang saya. Asyiknya, organisasi pengundang saya ini langsung mengirimkan surat undangan tersebut ke pihak kedutaan sejak jauh-jauh hari. Jadi begitu saya menyodorkan aplikasi saya, pihak kedutaan sudah punya bukti surat yang sama. :D
Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa saya mendapat beasiswa, dengan demikian akomodasi saya ditanggung oleh pemerintah Austria. Jadi saya tidak perlu menunjukkan bukti keuangan berupa foto kopi buku tabungan dan bukti reservasi hotel.
Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa saya mendapat beasiswa, dengan demikian akomodasi saya ditanggung oleh pemerintah Austria. Jadi saya tidak perlu menunjukkan bukti keuangan berupa foto kopi buku tabungan dan bukti reservasi hotel.
Karena beasiswa dari pemerintah Austria (lagi-lagi!) saya tidak perlu bayar visa alias gratis. Normalnya, untuk visa turis harus membayar Rp 691.000 (persisnya lihat di website ini ya)
2. Berhubung beasiswa tersebut menyebutkan jangka waktu tertentu, dan saya mau extend masa tinggal saya untuk beberapa hari untuk jalan-jalan ke kota Wina dan jika beruntung ke Salzburg. (iya dong, masa di Austria cuma tau kastil Burg Schlaining aja, he he he), saya meminta surat sponsor dari organisasi saya untuk menyatakan menanggung semua biaya selepas program tersebut. Meskipun dalam kenyataan, saya yang menanggung biayanya. Ya iyalah, yang jalan-jalan kan saya :). Tapi kalau pakai nama institusi, kayaknya lebih dipercaya.
3. Booking tiket. Saya meminta travel agent langganan untuk membuatkan booking tiket sebagai dokumen pelengkap. Booking tiket boleh berbeda selama belum diissued. Maksudnya, waktu mengajukan aplikasi kita menggunakan booking tiket Lufthansa, tapi begitu visa keluar kita membeli dan menggunakan Qatar Airways. Kalau dulu sih, katanya gak boleh. Kalau sudah book tiket Lufthansa misalnya, ketika keluar visa harus menunjukkan tiket asli dan harus Lufthansa.
4. Form aplikasi yang didownload dari websitenya kedutaan Austria. Form berbahasa Inggris, klik di sini. Form berbahasa Jerman, klik di sini. Diisi dengan baik dan rapi. Sesuaikan dengan dokumen pelengkap lainnya. Cara mengisinya, nanti dalam postingan lain, ya.
5. Asuransi Travel dan kesehatan. Kedutaan Austria meminta asuransi dengan nilai minimal 30.000 Euro. Saya mengambil asuransi di Zurich Asuransi. Premi untuk satu bulan (31 hari) adalah USD 75 (kelas Gold). Saya ambil kelas Gold karena kalau kelas Silver nilai pertanggunganya gak mencapai 30.000 Euro, jadi pasti akan ditolak oleh kedutaan Austria. Berhubung saya akan pergi selama 41 hari (itu itung-itungannya orang asuransi), jadi saya ditambahkan dua minggu.
6. Pas foto cukup satu lembar saja. Tapi ukurannya gak biasa yang digunakan standar tukang poto, 2x3, 3x4, atau 4x6. Pembuatan foto ini ada aturannya, untungnya kedutaan sudah buat aturannya. Saya print saja aturan itu dan bawa ke Fuji Film, karyawan di sana sudah tau kok. Foto saya diterima dan gak dicomplain sama kedutaan.
7. Paspor (selbstverstandlich!). Cek masa berlaku paspor, kalau sudah mendekati 6 (enam) bulan expired, lebih baik langsung diperpanjang.
Kedutaan Austria cenderung lebih sepi daripada kedutaan Jerman. Waktu saya datang ada seorang ibu dan anaknya, dan seorang kurir. Saya sih datang sendiri, karena ingin tau prosedur pembuatan visa. Untung juga sih saya gak diwakili orang lain, karena pengajuan visa si ibu diterima, sedangkan suaminya belum diterima, si bapak harus datang sendiri ke kedutaan. Repot ya, tapi biasanya ini kalau untuk mereka yang baru pertama kali ke Austria. Orang kedutaannya mau kenalan dulu kali ya, ha ha ha.
Saya sendiri sewaktu dokumen saya dibawa masuk, ada bule dari bagian visa keluar dari ruangannya. Kayaknya saya 'dicek', meski dari jarak jauh. Gak lama kemudian bagian resepsionis memanggil saya dan mengatakan bahwa pengajuan visa saya diterima, gak usah bayar visa dan visa bisa diambil tanggal 9 Oktober 2012, jam 9-12 WIB. Alhamdulillah.... One step closer to fill up the dreams. Thank God, I know you have better plans for me. Mohon doanya, ya, supaya lancar-lancar saja.
Note:
*Griass God adalah salam yang banyak digunakan di Austria.
2. Berhubung beasiswa tersebut menyebutkan jangka waktu tertentu, dan saya mau extend masa tinggal saya untuk beberapa hari untuk jalan-jalan ke kota Wina dan jika beruntung ke Salzburg. (iya dong, masa di Austria cuma tau kastil Burg Schlaining aja, he he he), saya meminta surat sponsor dari organisasi saya untuk menyatakan menanggung semua biaya selepas program tersebut. Meskipun dalam kenyataan, saya yang menanggung biayanya. Ya iyalah, yang jalan-jalan kan saya :). Tapi kalau pakai nama institusi, kayaknya lebih dipercaya.
3. Booking tiket. Saya meminta travel agent langganan untuk membuatkan booking tiket sebagai dokumen pelengkap. Booking tiket boleh berbeda selama belum diissued. Maksudnya, waktu mengajukan aplikasi kita menggunakan booking tiket Lufthansa, tapi begitu visa keluar kita membeli dan menggunakan Qatar Airways. Kalau dulu sih, katanya gak boleh. Kalau sudah book tiket Lufthansa misalnya, ketika keluar visa harus menunjukkan tiket asli dan harus Lufthansa.
4. Form aplikasi yang didownload dari websitenya kedutaan Austria. Form berbahasa Inggris, klik di sini. Form berbahasa Jerman, klik di sini. Diisi dengan baik dan rapi. Sesuaikan dengan dokumen pelengkap lainnya. Cara mengisinya, nanti dalam postingan lain, ya.
5. Asuransi Travel dan kesehatan. Kedutaan Austria meminta asuransi dengan nilai minimal 30.000 Euro. Saya mengambil asuransi di Zurich Asuransi. Premi untuk satu bulan (31 hari) adalah USD 75 (kelas Gold). Saya ambil kelas Gold karena kalau kelas Silver nilai pertanggunganya gak mencapai 30.000 Euro, jadi pasti akan ditolak oleh kedutaan Austria. Berhubung saya akan pergi selama 41 hari (itu itung-itungannya orang asuransi), jadi saya ditambahkan dua minggu.
6. Pas foto cukup satu lembar saja. Tapi ukurannya gak biasa yang digunakan standar tukang poto, 2x3, 3x4, atau 4x6. Pembuatan foto ini ada aturannya, untungnya kedutaan sudah buat aturannya. Saya print saja aturan itu dan bawa ke Fuji Film, karyawan di sana sudah tau kok. Foto saya diterima dan gak dicomplain sama kedutaan.
7. Paspor (selbstverstandlich!). Cek masa berlaku paspor, kalau sudah mendekati 6 (enam) bulan expired, lebih baik langsung diperpanjang.
Kedutaan Austria cenderung lebih sepi daripada kedutaan Jerman. Waktu saya datang ada seorang ibu dan anaknya, dan seorang kurir. Saya sih datang sendiri, karena ingin tau prosedur pembuatan visa. Untung juga sih saya gak diwakili orang lain, karena pengajuan visa si ibu diterima, sedangkan suaminya belum diterima, si bapak harus datang sendiri ke kedutaan. Repot ya, tapi biasanya ini kalau untuk mereka yang baru pertama kali ke Austria. Orang kedutaannya mau kenalan dulu kali ya, ha ha ha.
Saya sendiri sewaktu dokumen saya dibawa masuk, ada bule dari bagian visa keluar dari ruangannya. Kayaknya saya 'dicek', meski dari jarak jauh. Gak lama kemudian bagian resepsionis memanggil saya dan mengatakan bahwa pengajuan visa saya diterima, gak usah bayar visa dan visa bisa diambil tanggal 9 Oktober 2012, jam 9-12 WIB. Alhamdulillah.... One step closer to fill up the dreams. Thank God, I know you have better plans for me. Mohon doanya, ya, supaya lancar-lancar saja.
Note:
*Griass God adalah salam yang banyak digunakan di Austria.
Langganan:
Postingan (Atom)
Ikuti FB Rumah Barley, ya.
Guten Tag, Hari ini saya ingin mempromosikan akun FB saya yaitu Rumah Barley Akun ini khusus tentang belajar bahasa Jerman dan Jerman. Di...
-
Perfekt Digunakan untuk mengatakan waktu yang telah lampau. Perfekt dalam Bahasa Jerman digunakan dalam percakapan sehari-hari. Karena itu s...
-
Karlskirche atau Gereja Karl, Wina, Austria Obyek dalam bahasa Jerman ada 2 yaitu obyek Akkusativ dan obyek Dativ. Dalam bahasa In...
-
Bagaimana sih menyebutkan jam dalam b ahasa Jerman? Ada dua cara: cara resmi dan menyebutkan jam dengan bahasa sehari-hari. Menyebutkan...





