Rabu, 09 Maret 2011

Pengantar Präposition

Theatiner Street, Munich
Kata depan dalam bahasa Jerman merupakan hal yang rumit. Dulu ada teman yang bertanya kepada saya, "Apa bahasa Jermannya "ke"? Saya balik bertanya, "Bukannya saya mau tahu urusan kamu, tapi saya mesti tahu dulu, kamu mau kemana?" Buat orang yang tidak pernah belajar atau baru belajar bahasa Jerman, pertanyaan ini mengherankan dan memang berkesan mau tahu. 

Dalam bahasa Indonesia, pergi ke suatu tempat selalu menggunakan kata "ke". Misalnya :
Saya pergi ke pasar, ke rumah sakit, ke Bogor, ke Jerman, ke Swiss dan sebagainya. 
Demikian pula kata "di" :
Saya ada di pasar, di rumah sakit, di Bogor, di Jerman, di Swiss.

Demikian juga bahasa Inggris.
I go to the market, to the hospital, to Bogor, to Germany,in Switzerland etc.
I am in the market, in the hospital, in Bogor, in Germany, in Switzerland.

Setiap tempat dalam bahasa Jerman memiliki kata depan atau präposition tersendiri. Pusing???? Jelas. Saran saya, hafal mati nama tempat dan preposisinya.  

Supaya lebih jelas perbandingannya (atau malah makin bingung, he he he), kalimat di atas saya buat dalam bahasa Jerman:

Saya pergi ke . . . 
Ich fahre auf den Markt, ins Krankenhaus, in Bogor, in Deutschland, in die Schweiz.

Saya ada di . . . 
Ich bin auf dem Markt, im Krankenhaus, in Bogor, in Deutschland, in der Schweiz.

Kenapa bisa berubah? Kalau lokasi, seperti saya katakan, harus hafal mati. Tetapi kalau artikelnya (yang dicetak tebal dan miring), akan dibahas pada postingan berikutnya.


Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!

 

Belajar berbisnis bersama d’BC Network!
Jaringan indenpendent consultant oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!


 

3 komentar:

  1. mempelajari bahasa jerman memang sulit namun jika di tekuni sebenernya asyik banget,,,,sulit karna bahasa jerman tidak se populer bahasa inggris...hal itulah salah satu faktor mengapa bahasa jerman sulit??

    jika dalam bahasa jerman ada obyek penderita lalu bagaimana dengan bahasa indonesia??apakah ada obyek penderita juga??????

    BalasHapus
  2. Bahasa Indonesia menyebutnya obyek penderita, Bahasa Jerman menyebutnya obyek Dativ. Silahkan cek postingan dengan Label " obyek Akkusativ dan Dativ". Semoga terjawab.

    BalasHapus
  3. Mabok hapalnya, Frau Pipit.. Ich bin keblenger..

    BalasHapus