Selasa, 19 Juli 2016

Ungkapan dalam bahasa Jerman dengan menggunakan bunga

Halo para pembelajar bahasa Jerman, lama saya tidak membuat artikel dalam blog ini karena sejumlah kegiatan antara lain menulis tesis untuk menyelesaikan S2 saya dan pergi tugas ke luar negeri selama beberapa waktu. 

Blossom Blast Saga, game online yang sedang saya mainkan di waktu luang. Alasan utamanya adalah karena penuh dengan bunga, hehehe

Kali ini saya menulis tentang ungkapan dalam bahasa Jerman yang menggunakan "bunga". Dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris, mungkin juga ada ungkapan yang artinya kurang lebih sama. Di Eropa termasuk Jerman, bunga digunakan untuk mengungkapkan ekspresi. Masih ingat dengan ungkapan "Katakanlah dengan bunga"! Nah, ini dia.

Manchmal muss man durch Dornen gehen, um Rosen zu erreichen. 
Arti harfiah dalam bahasa Indonesia adalah "Tidak ada mawar yang tidak berduri." 

Duri dapat menusuk tangan kita yang hendak menyentuh atau memetik mawar, bunga yang indah dan cantik itu. Secara mendalam, artinya adalah untuk mencapai sesuatu yang baik, kita harus melalui sesuatu yang mungkin buruk dan melukai atau tidka menyenangkan. Seperti belajar bahasa Jerman misalnya. Kita harus menghafalkan der, die, das, Akkusativ, Dativ dan Nominativ, dan seterusnya dan seterusnya. Tapi begitu kita sudah menguasai gramatik bahasa Jerman dan banyak berlatih, maka kita bisa berbicara dan menulis dalam bahasa Jerman. Yeayyy. Hasilnya sesuai dengan kerja keras kita.  


Jemanden etwas durch die Blume sagen
Artinya dalam bahasa Indonesia, "bunga mewakili perkataan atau maksud seseorang". Masih ingat lagu dangdut "Sekuntum Mawar Merah"-nya Elvi Sukaesih? Sebuah lagu dangdut klasik favorit saya sejak kecil. Lagu ini pas banget dengan ungkapan di atas. Naksir seorang gadis dan 'menembaknya' dengan sekuntum mawar merah. ow, so süss! So sweet! 
Tapi kalau sang gadis kemudian memberi si pemuda bunga Strohblume yang berwarna kuning, artinya si gadis menolak cintanya. Uhuk, uhuk. Jangan patah semangat, cari gadis yang lain. Setiap orang pasti ada jodohnya. 

Menggunakan ungakapan dalam kalimat misalnya ketika ingin mengatakan sesuatu kepada si A, tapi tidak berani bicara langsung:
"Da sage ich A lieber durch Blumen."

Bunga Strohblume,
Von Stan Shebs, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=301275

Kalau sudah berhasil belajar bahasa Jerman atau nilai bahasa Jermannya bagus, boleh juga mengirimi guru bahasa Jerman kalian dengan bunga yang indah sebagai ungkapan terima kasih, hehehe. 

   


Kamis, 17 Maret 2016

Kosakata untuk Transportasi Publik

Kalau kita jalan-jalan di Jerman dan Austria, kita kemungkinan besar akan menggunakan transportasi publik atau die öffentlichen Verkehrsmittel öffentlich artinya umum, dari kata offen = 'buka'. Bahasa Inggrisnya 'open'.

Di depan sebuah trem yang sedang berjalan di kota Graz, Austria.
Di Wina tiket transportasi umum dihitung harian, cukup mahal untuk kantong saya dan hanya untuk kota Wina saja baik tiket harian maupun tiket terusan. Untuk kota Salzburg, mereka punya tiket tunggal atau tiket terusan tapi hanya untuk kota Salzburg saja. Karena sata di Wina hanya beberapa hari saja, saya membeli satu tiket harian, dan satu tiket terusan 3 hari. Beda harganya cuma sedikit, tapi kalau beli tiket satu bulan, baru terasa bedanya. 
Nah, ini kosa kata yang sering digunakan di jalan raya dan ketika menggunakan moda transportasi umum.  Pakai bahasa Inggris dulu, nanti saya terjemahkan ke bahasa Indonesia kalau sudah sempat ya. Selamat belajar. Kalau mau jalan-jalan ke beberapa negara Eropa atau ke Jerman sambil mengenal budaya dan tinggal di keluarga Jerman, silahkan hubungi saya di 081281150858 (bisa WA), email: fit_3a@yahoo.com. Atau menghubungi pak Yanuar Budiarso di no. 0812 8489 0000 atau 0815 8489 0000 (bisa WA). 
Achtung!                                                            Warning!
die Endstation                        the end station (an easy one to remember)
die Richtung                                                      the direction
das Gleis                                                             the platform
die U bahn                                                          the underground
die S bahn                                                           the over ground
der Bus                                                                 the bus
die Strassenbahn/Tram                                     the tram
die Fahrkarte                                                     the ticket
die Tageskarte                                                  the day ticket
die Rolltreppen                                                 the escalator
der Aufzug                                                          the elevator
die Störung                                                the fault (can also mean „the disturbance“ but in this case it means a fault, for example a fault with the train)
die Technischestörung                                  the technical fault
die Verspätung                                                 the delay
die Umleitung                                                  the diversion (for example if a train breaks down you may be diverted onto a bus instead)

What you will often here when using public transport:
nächster Halt                                                      next stop
umsteigen Möglichkeit                                 literally translated: transfer opportunity (for example „umsteigen Möglichkeit zur linie U3“ – „change here for the U3 line“
zurück bleiben bitte                                       stay back please
bitte alle aussteigen                                      please alight here
bitte steigen Sie rechts aus                         please leave on the right hand side
Fahrkarten bitte                                               tickets please (ticket controls are done spontaneously and the controllers are dressed normally, so you don’t notice when they get on!)
Public transport in Germany is generally very cheap, and a typical day card in a city will mean you can get on anything (the bus, tram, s bahn or u bahn) all day long. In Munich a day ticket is valid until 6am the next day – which is always handy if you’re out late. You also don’t need to show your ticket every time you get into a bus, nor do you have to scan your ticket at a barrier.
Have you ever used public transport in Germany?
Sumber:
http://blogs.transparent.com/german/understanding-signs-and-sayings-in-german-public-transport/?utm_source=feedburner&utm_medium=rss&utm_campaign=languageblog&utm_content=german 

Sabtu, 27 Desember 2014

Kleider machen Leute

Kleider machen Leute

Ini adalah peribahasa Jerman yang artinya pakaian menunjukkan seseorang, baik kualitas dirinya, pekerjaan, status sosial dan sebagainya.

Tanggal 25 Desember kemarin, alumni sebuah organisasi yg saya ikuti tahun 90-an kumpul dan semalam sebelumnya seorang senior mengingatkan saya dan yuniornya yang lain yang masih wara wiri di forum diskusi untuk berpakaian yang patut untuk menghormati si pengundang. Gak mesti mahal, yang penting patut dan sesuai dengan acara.
Saya pun menjawab dengan menunjukkan sejumlah foto saya di beberapa kegiatan kepada senior-senior di grup WA kami, pamer? He he he, iya, untuk menunjukkan bahwa saya paham dresscode.
Bertemu dengan presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pembukaan Forum KPU se-ASEAN, Oktober 2012.
Saya mewakili KIPP Indonesia, LSM kepemiluan Indonesia. 
Ketika bertemu presiden SBY pada Oktober 2012 di Istana Negara dalam Forum KPU se-ASEAN, saya pakai suit (jas) lengkap. Dalam acara formal lain cukup pakai blus batik. Saya kan mewakili pimpinan organisasi saya di acara tersebut. Ada juga sih yang kelihatannya saltum (salah kostum), misalnya saya pakai Tshirt dan tamu-tamu lain pakai blus yang cowok pakai batik. Tetapi itu karena sebelumnya ada kegiatan yang berbeda. Untuk mengakalinya, saya biasanya selalu membawa selendang atau pashmina, agar street wearnya gak terlalu ketara banget. Kuliah, pakai Tshirt saja plus selendang atau pashmina. Maklum S-2, jangan terlalu santai banget. Saya gak pakai jeans lagi, bukan karena gak suka, tapi udah gak muat, he he he.
Saya dengan seorang teman Pakistan di Lahore, Pakistan, Mei 2013. Bersiap-siap menghadiri pesta di Konsulat Amerika. Saya menggunakan Shilwar Khamiz, pakaian khas Pakistan, tenunan di bagian dada merupakan tenunan khas suku Sindh, salah satu suku besar di Pakistan. 
  
Saya tentu saja paham, kenapa senior ini menyebut nama saya untuk mengingatkan mengenai tata krama berbusana. Pertama, karena dia merasa dekat dengan saya, jadi kemungkinan saya tersinggung lebih sedikit. Kedua, dia tahu kalau saya pasti paham siapa yang sebenarnya dia mau colek. Kalau kata Anas Urbaningrum, nabok nyilih tangan.... he he he.... Mau ngomelin orangnya langsung gak enak, jadi menyindir orang lain. 

Kalau mau ke mesjid, biasanya akan ada tulisan "Berpakaianlah sesuai dengan lingkungan masjid". Tentu tidak enak dilihat, ke mesjid tapi pakai celana pendek, khususnya perempuan. Saya kira tempat ibadah agama lain juga mewajibkan jemaat pengunjung untuk menggunakan pakaian tertentu dan mengharapkan pengunjung tidak menggunakan pakaian tertentu. 

Saya tanya senior saya ketika bertemu, siapakah yang dimaksud olehnya. Dia menyebutkan sebuah nama dan menjelaskan kenapa orang tersebut tidak maju dalam karirnya, padahal orang tersebut luar biasa cerdasnya: Karena dia cuek bebek dengan penampilannya agar selalu berkesan anak muda. 

Ukuran patut itu apa sih? Untuk orang Indonesia memakai  kemeja atau blus lengan pendek sudah termasuk patut. Sebaiknya lengan atas tidak terlalu terbuka, junkies (terlalu ketat), jika tidak berjilbab, rok sebaiknya minimal setinggi lutut, jangan lebih tinggi lagi, karena akan membuat si pemakai serba salah ketika duduk. Baik pria dan wanita sebaiknya memakai celana kain bukan jeans untuk keperluan kantor dan tidak memakai celana pendek meskipun selutut. Era batik menyebabkan pilihan baju lebih mudah lagi, karena dengan batik bisa masuk ke semua acara. 

Bagaimana dengan orang yang selalu berpakaian minimalis. Mungkin kebiasaannya, ya, tapi setahu saya, orang-orang umum dan pejabat lebih suka berhubungan dengan orang yang berpakaian tidak minimalis. Bahkan orang bule yang kelihatannya selalu berpakaian minimalis di Jakarta atau di Indonesia sebenarnya sangat memperhatikan dress code, lho. Umumnya, kita melihat para bule itu hanya memakai tank top dan celana pendek (perempuan) atau kaos dan celana pendek (laki-laki) karena mereka adalah turis jadi mereka sedang berada dalam suasana yang sangat santai sekali, lagipula Indonesia cukup panas untuk mereka yang temperatur di negaranya hanya 10-20 derajat. Tetapi karena saya sering bekerja dengan bule, mereka punya standar baju untuk bekerja dan bergaul yang kurang lebih sama dengan orang Indonesia. Kalau clubbing, baru mereka pakai baju yang minimalis. 

Ayo tampil keren dan patut, meski tidak harus mahal dan mewah, agar tidak saltum (salah kostum). Selain itu juga, memakai baju yang patut juga berarti kita menghargai diri kita sendiri. Selamat Akhir Pekan dan Akhir Tahun.

Kamis, 11 Desember 2014

Daftar Beasiswa Mancanegara

Guten Freitagmorgen,
Banyak yang bertanya ke saya mengenai beasiswa ke Jerman. Sejauh yang saya tau, beasiswa ke Jerman dari pemerintah Jerman hanya untuk S2 dan S3 itupun untuk pegawai negeri. Karena programnya adalah G to G atau Government to Government. Bukan untuk perorangan.


Ada juga lembaga Jerman yang memberi beasiswa. Setelah saya cek masing-masing lembaga, mereka berafiliasi dengan partai di Jerman dan tentu saja berharap penerima beasiswa akan mengikuti ideologi partai pemberi beasiswa tersebut. Kalau memang mau, silahkan. Nanti saya akan tuliskan, kalau saya sudah ada waktu. 

Tapi tidak usah takut, masih banyak beasiswa dari tempat lain, dari negara lain. Ini dia daftarnya.

List Pemberi Beasiswa
1. Australia Award Scholarship (http://australiaawardsindo.or.id)
2. LPDP Scholarship (http://www.beasiswalpdp.org/index.html)
3. DIKTI Scholarshi
p
a. Dalam Negeri (http://www.beasiswa.dikti.go.id/dn/)
b. Luar Negeri (http://beasiswa.dikti.go.id/ln/)
4. Turkey Government Scholarship (http://www.turkiyeburslari.gov.tr/index.php/en)
5. General Cultural Scholarship India (http://www.iccrindia.net/gereralscheme.html)
6. USA Government Scholarship
a. (http://www.aminef.or.id/index.php)
b. (http://www.iief.or.id)
7. Netherland Government Scholarship (http://www.nesoindonesia.or.id/beasiswa)
8. Korean Government Scholarship (http://www.niied.go.kr/eng/contents.do…)
9. Belgium Government Scholarship (http://www.vliruos.be/4273.aspx)
10. Israel Government Scholarship (http://www.mfa.gov.il/…/scholarships%20offered%20by%20the%2…)
11. Sciences Po France (http://formation.sciences-po.fr/…/the-emile-boutmy-scholars…)
12. Utrecht University Netherland (http://www.uu.nl/university/international-
students/en/financialmatters/grantsandscholarships/Pages/utrechtexcellencescholarships.aspx)
13. Prasetya Mulya Business School Indonesia (http://www.pmbs.ac.id/s2/scholarship.php?lang=ENG)
14. Brunei Darussalam Government Scholarship (http://www.mofat.gov.bn/index.php/announcement)
15. Monbugakusho Scholarship Japan (http://www.id.emb-japan.go.jp/sch.html)
16. Paramadina University Master Fellowship Indonesia (https://gradschool.paramadina.ac.id/…/paramadina-medco-fell…)
17. PPM School of Management Indonesia (http://ppm-manajemen.ac.id/beasiswa-penuh-s2-mm-reguler/)
18. University of Twente Netherland (http://www.utwente.nl/internationa…/scholarshipsandgrants/…/)
19. Sweden Government Scholarship (http://www.studyinsweden.se/Scholarships/)
20. Chinese Government Scholarship (http://www.csc.edu.cn/laihua/scholarshipdetailen.aspx…)
21. Taiwan Government Scholarship (http://www.studyintaiwan.org/taiwan_scholarships.html)
22. United Kingdom Government SCholarship (http://www.chevening.org/indonesia/)
23. Panasonic Scholarship Japan (http://panasonic.net/citizensh…/scholarships/…/requirements/)
24. Ancora Foundation Scholarship (http://ancorafoundation.com)
25. Asian Public Intellectuals Fellowship Japan (http://www.api-fellowships.org/body/)
26. AUN/SEED-Net Scholarship (http://www.seed-net.org/index.php)
27. Art Asia Major Scholarship Korea National University of Arts (http://eng.karts.ac.kr:81/karts/board/list.jsp?
c_no=003013002&bt_no=123&page=1&b_category=&b_categoryimg=&searchSelect=&keyword=&divisionSelect=&engNotice=engNotice)
28. Ritsumeikan Asia Pacific University Japan (http://www.apu.ac.jp/home/life/index.php?content_id=30)
29. Seoul National University Korea (http://en.snu.ac.kr/…/gradu…/scholarships/before-application)
30. DIKTIS Overseas Scholarship (http://www.pendis.kemenag.go.id/beasiswaln/)
31. Honjo International Scholarship Foundation Japan (http://hisf.or.jp/english/sch-f/)
32. IDB Merit Scholarship Programme for High Technology (http://www.isdb.org/irj/portal/anonymous…)
33. International HIV & Drug Use Fellowship USA (http://www.iasociety.org/fellowship.aspx)
34. Nitori International Scholarship Foundation Japan (http://www.nitori-shougakuzaidan.com/en/)
35. School of Government and Public Policy Indonesia (http://sgpp.ac.id/pages/financial-conditions)
36. Inpex Scholarship Foundation Japan
37. Asia University Taiwan (http://ciae.asia.edu.tw/AdmissionsScholarship.html)

38. Macquaire University Australia (http://www.mq.edu.au/…/macquarie_university_international_…/)
Kalau mau kuliah ke Jerman (dengan biaya sendiri tentunya) atau kursus bahasa Jerman, silahkan hubungi kami di Lado Educare. Telp nya 021-251 1535. Juga bisa bertemu pak Yanuar HP 0815 8489 0000, atau saya 0858 1122 7868 (ibu Pipit).


Minggu, 09 November 2014

Buku Latihan Bahasa Jerman terbaru dari Penerbit Pons

Ada buku latihan baru dari Penerbit Pons, tetapi sayangnya ditujukan untuk A2 hingga B2 saja. Untuk latihan A1, saya pernah memuatnya di blog ini juga. 

Isinya variatif, dari das Verb (kata kerja), Substantive (kata benda), Artikelwörter und Pronomen (artikel [der,die,das] {ein, eine, einen dst]), der Satzbau im Hauptsatz (menyusun kalimat utama).

Penerbit Pons dari dulu terkenal untuk latihan grammatik dengan menggunakan istilah-istilah gramatik, sehingga untuk yang tidak biasa dengan istilah gramatik, agak menyulitkan. Sejauh ini blog saya menggunakan istilah gramatik dalam menjelaskan satu Grammatikpunkt atau poin-poin tata bahasa. Tetapi, saya usahakan penjelasannya tidak terlalu linguistik atau tata bahasa baku. Tetapi kalau masih sulit dipahami, memang perlu latihan dari bermacam-macam sumber, salah satunya buku ini. 
   

Buku Latihan dari Penerbit Pons

Penjelasan dalam buku ini ditulis dalam bahasa Jerman, jadi pembelajar mesti rajin buka kamus :D Atau lihat di blog saya, kalau memang sudah saya buat dan jelaskan. Nanti akan saya bahas penjelasan tata bahasanya, biar nyambung dan tidak menyulitkan. Setelah penjelasan mengenai satu Grammatikpunkt, ada latihan soal terkait.

Harga bukunya Rp 105.000,- di luar ongkos kirim. Kirimnya pakai JNE, kalau Jabodetabek ongkos kirimnya Rp 8 ribu, tiba 1-2 hari. Saya bisa dihubungi di 085811227868 (jangan SMS, ya), ada BB 27ec901c dan WA 0812 8115 0858. Kalau pakai BB dan WA kan gratis :D

Selasa, 21 Oktober 2014

Video "Guten Tag" dari Youtube

Banyak yang minta kalau bisa di blog ini ada audio bagaimana cara mengucapkan kata-kata atau kalimat dalam bahasa Jerman. Saya pernah mencoba membuat video, tapi sepertinya gak sukses. Dan setelah itu, belum coba-coba lagi. Tadi pagi saya menemukan video ini di youtube, lumayan bagus, sederhana dan mudah dimengerti, meski singkat dan tidak lengkap. Lumayanlah untuk belajar sedikit-sedikit. 


silahkan berlatih....

Jumat, 27 Juni 2014

Sertifikat C 1 dan C2 palsu

Beberapa hari lalu, saya ke Goethe-Institut Jakarta dan melihat pengumuman ini, yaitu pemalsuan sertifikat C1 dan C2 yang dilakukan oleh (calon) mahasiswa Indonesia. 



Selalu saja ada orang yang mau main pintas yang akhirnya merugikan tidak hanya diri sendiri, tetapi juga orang lain termasuk mahasiswa dan calon mahasiswa yang akan kuliah di Jerman. 

Kalau cuma bikin sertifikat apapun, gampang banget. Photoshop dan sejumlah program komputer lainnya untuk mengutak atik sertifikat atau foto banyak bertebaran. Yang sulit sekaligus mudah mendeteksinya adalah kemampuan si pemilik sertifikat dalam menguasai bahasa Jerman. Orang yang mendapatkan sertifikat C1 dan C2 berarti kemampuan bahasa Jerman orang tersebut sudah hampir sama atau mendekati dengan penutur asli. Nah, dengan demikian, akan cepat ketahuan keaslian sertifikatnya kalau menunjukkan kepemilikan sertifikat C1 tapi bicaranya masih a e o.


Pengumuman Sertifikat C1 Palsu  

Saya sendiri baru memiliki sertifikat ZMP yang setara dengan B2, itupun puluhan tahun yang lalu. Kalau saya jadi melanjutkan S3 ke Jerman, maka saya harus memperbaharuinya. Untuk kuliah S2 dan S3, yang bukan berbahasa Jerman, harus ikut ujian DAF yang setara dengan ujian B2 ke atas. Beberapa hari lalu, saya dikirimi informasi beasiswa riset PhD (S-3)dari sebuah lembaga akademis di Jerman dan salah satu syaratnya adalah sertifikat C1. Wah,makin semangat deh belajar bahasa Jerman ke level yang lebih tinggi.  

Pengkriteriaan jenjang mulai dari A1 hingga C2 dibuat oleh sejumlah besar profesor dan ahli bahasa se-Eropa selama bertahun-tahun. Jadi kalau orang Indonesia apalagi masih berstatus mahasiswa mau main-main dengan berbagai sertifikat palsu, ancaman tidak bisa kuliah di Jerman seumur hidup adalah sesuatu yang patut.