Kamis, 25 Januari 2018

Informasi studi di Jerman dan beasiswa

Ada lima alasan untuk kuliah di Jerman:
1. Mutu pendidikan yang sangat baik
2. Beragam program studi yang ditawarkan oleh perguruan tinggi di Jerman
3. Penelitian dan pengajaran yang unggul
4. Teori dan praktek yang saling berhubungan
5. Fokus internasional yang kuat



Kuliah di Jerman tidak semahal kuliah di AS atau Australia karena pada dasarnya, sebagian biaya kuliah ditanggung oleh pemerintah Jerman. Hal ini berlaku untuk mahasiswa Jerman dan mahasiswa asing termasuk mahasiswa yang berasal dari Indonesia. 




Memilih program studi dan perguruan tinggi di Jerman:
- www.study-in.de
- www.daad.de/international-programmes
- www.hochschulkompass.de/en

Dimana saya dapat belajar dan ujian bahasa Jerman?
Salah satu syarat untuk mendaftar ke Universitas dan Fachhochschule di Jerman adalah menyertakan sertifikat bahasa Jerman minimal B1. Untuk kuliah Kedokteran diperlukan sertifikat B2. Calon mahasiswa bisa kursus bahasa Jerman di Goethe Institut atau les privat. Jika les privat maka ujiannya harus di Goethe Institut. Peserta yang demikian disebut peserta external, sedangkan peserta kursus Goethe Institut yang ikut ujian disebut peserta internal. Ujian A1 hingga C1 dan seterusnya dapat diambil di Goethe Institut Jakarta dan GI Bandung. Untuk jadwal ujian dan biaya ujian, silahkan hubungi Goethe Institut di bawah ini.
- Goethe-Institut Jakarta
- Goethe-Institut Bandung
- Ujian TestDaF

Haruskah saya belajar di Studienkolleg?
Studienkolleg adalah kursus persiapan kuliah bagi mahasiswa non Jerman yang berlangsung 1-2 semester.
- Studienkolleg di Jerman
- Studienkolleg Indonesia

Informasi persyaratan visa, bukti keuangan, daftar penerjemah:
- Kedutaan Besar Jerman di Jakarta

Informasi beasiswa di Jerman:
Secara umum, untuk kuliah S1 atau Bachelor Degree tidak ada beasiswa karena kuliah di Jerman gratis. Kalaupun ada yang harus dibayar, biayanya murah dan untuk makanan dan transportasi mahasiswa itu sendiri. Tetapi, kalau sudah kuliah, maka akan ada sejumlah beasiswa untuk mahasiswa yang diumumkan di kampus-kampus. Kalau di Indonesia, misalnya beasiswa SuperSemar (ini jaman saya kuliah dulu tahun 90-an).
Beasiswa untuk kuliah di Jerman biasanya untuk mereka yang akan kuliah Master Degree dan Program Doktoral (PhD.) dapat dicek di sini.
- DAAD
- Funding Guide

Konsultasi
Jika mau berkonsultasi atau mau sekedar ngobrol-ngobrol dulu untuk kuliah di Jerman, silahkan hubungi pak Yanuar Budiarso di 0811 823 380. Saya sendiri lebih fokus pada mengajar bahasa Jerman untuk persiapan ujian bahasa Jerman, saya bisa dihubungi di 0812 8115 0858. 

Rabu, 24 Januari 2018

Redewendung atau idiom dalam bahasa Jerman

Redewendung dan Redensart termasuk dalam idiom atau ungkapan. Perbedaan antara Redewendung dan Redensart adalah susunan kalimat dalam Redewendung merupakan kalimat lengkap sesuai SPOK (Subyek  -Predikat - Obyek - Keterangan). Sedangkan Redensart biasanya hanya potongan kalimat yang dianggap penting saja. Kedua-duanya merupakan ungkapan, yang kadang-kadang maknanya berbeda dengan kata yang dipergunakan. Redewendung adalah sebuah kalimat yang terdiri dari sejumlah kata dan memiliki arti berbeda dari apa yang tertulis. Tetapi, kadang-kadang Redewendung dan Redensart dapat dipertukarkan, karena perbedaan di antara mereka sangat tipis. 

Misalnya
Mit Ach und Krach
Redewendung ini merupakan singkatan dari 'mit Ächzen und Krächzen'. Ächzen berarti 'merintih' dan 'Krächzen' berarti "menggaok, atau mengeluh dengan keras". Arti yang dimaksud adalah 'dengan susah payah (karena susahnya, sehingga orang sampai merintih dan berteriak ketika mengerjakannya)'.

Er erledigt die Arbeit mit Ach und Krach berarti dia menyelesaikan pekerjaan itu dengan susah payah.

Ich lerne mit Ach und Krach, Auto zu fahren.
Saya belajar nyetir mobil dengan susah payah. Dan sampai hari ini belum berani nyetir mobil sendiri meski sudah punya SIM A, hehehe


Äpfel mit Birnen vergleichen (= Membandingkan apel dengan pir)
Membandingkan dua hal yang berbeda satu sama lain.

In den sauren Apfel beißen 
Arti harfiahnya adalah menggigit apel asam. Yang dimaksud adalah "dipaksa atau terpaksa melakukan sesuatu yang tidak menyenangkan".

Blau sein 
Jika diterjemahkan "menjadi biru", padahal yang dimaksud adalah "menjadi mabuk" atau "betrunken sein".
Klaus is blau. Klaus is betrunken. Klaus mabuk. 

Rot sein
Jika diterjemahkan "menjadi merah". Padahal yang dimaksud adalah "menjadi marah". Redewendung lain untuk "menjadi marah" adalah 'sauer sein', menjadi asam. Mungkin karena orang marah mukanya marah dan paras mukanya asam.

Den Bock zum Gärtner machen 
Jika diterjemahkan "menjadikan kambing sebagai tukang kebun". Maksudnya, memilih orang yang tidak tepat untuk suatu pekerjaan. Kambing kan memakan tumbuhan, eh kok malah dijadikan penjaga kebun. Idiom serupa dalam bahasa Indonesia adalah "pagar makan tanaman".

Mit jemandem durch dick und dünn gehen.
Maksudnya "dalam suka dan duka bersama", tapi orang Jerman menyebutkannya dengan " menjadi kurus dan gemuk bersama". Mungkin orang kurus dianggap masa susah, dan orang gemuk dianggap masa senang. Entahlah. Jangan sensi ya untuk mereka yang kurus dan gemuk. Ini hanya perumpamaan saja. 

Nanti ditambahkan lagi ya. Karena ada banyak Redewendung dalam bahasa Jerman. Ada bukunya segala yang khusus membahas ini. :D 









Redensarten atau idiom dalam bahasa Jerman

Dalam berbahasa ada yang namanya idiom. Dalam kamus Besar Bahasa Indonesia, idiom dijelaskan sebagai berikut:

idiom/idi·om/ n Ling konstruksi yang maknanya tidak sama dengan gabungan makna unsurnya, misalnya kambing hitam dalam kalimat dalam peristiwa itu hansip menjadi kambing hitam, padahal mereka tidak tahu apa-apa2 ark bahasa dan dialek yang khas menandai suatu bangsa, suku, kelompok, dan lain-lain

Ada juga pendapat yang mengatakan bahwa idiom adalah ekspresi, kata, atau frasa yang masuk akal. Idiom adalah mengatakan sesuatu dengan cara yang berbeda dari kata-kata yang biasa dikenal atau secara harfiah. Contoh sederhana dalam bahasa Indonesia adalah 'kaki tangan', bukan kaki dan tangan manusia, tetapi kaki tangan berarti 'pengikut atau anak buah'. Oh ya, anak buah juga merupakan idiom.

Bahasa Jerman juga memiliki idiom yang disebut dengan  Redensarten (dibaca Redens-arten) atau Redewendung. Redensarten dan Redewendung adalah dua hal yang berbeda, tapi perbedaannya sangat tipis.

Biasanya, idiom muncul dalam teks-teks untuk level B1 ke atas. Sering kali, para pembelajar A1 dan A2 menterjemahkan kata per kata dalam memahami sebuah teks atau percakapan. Dan ketika menemukan sejumlah kata dalam sebuah teks, mereka kebingungan karena 'gak nyambung'. Tentu saja, karena kalimat tersebut termasuk Redensarten atau Redewendung. Pembelajar di level B1 ke atas harus mengetahui Redensarten dan Redewendung supaya semakin lancar dan semakin paham ketika membaca teks yang mulai agak rumit sesuai dengan levelnya. 

Kali ini saya akan menjelaskan contoh-contoh Redensarten. Redensarten biasanya kalimatnya tidak lengkap, tidak sesuai dengan SPOK. Kadang dipotong begitu saja, atau cuma sepotong, padahal sebenarnya itu adalah bagian dari kalimat yang panjang. Dan pada akhirnya memiliki makna yang berbeda, ketika diterjemahkan.

Redensart: Schwein haben.
Penggunaan dalam kalimat: Du hast vielleicht Schwein gehabt!
Arti: Glück haben, mendapatkan keberuntungan
Penjelasan: Kalau diterjemahkan secara harfiah 'Schwein haben' berarti "memiliki babi". Babi adalah bahan makanan yang umum dimakan oleh orang Jerman, jadi "memperoleh babi"  berarti beruntung karena memperoleh bahan makanan, sehingga tidak kelaparan. 

Redensart: Hand aufs Herz! (Tangan di jantung/dada)
Penggunaan dalam kalimat: Leg die Hand aufs Herz! (Letakkan tangan di jantung/dada)
Arti: Sei ehrlich! ((Bersikap) jujurlah)


Redensart: ein Klotz am Bein. (Sebuah bata di kaki).             
Penggunaan dalam kalimat: Da hat er einen großen Klotz am Bein. (Dia punya sebuah bata besar di kaki).     
Arti: eine Last, ein Hindernis. Sebuah beban, sebuah halangan. 

Redensart: etwas ausgefressen haben. (Memakan sesuatu)        
Penggunaan dalam kalimat: Hat er schon wieder etwas aufgefressen?  (Apakah dia makan sesuatu?)            
Arti: etwas verbrochen haben. Memecahkan sesuatu. 
Penjelasan: auffressen adalah kata kerja makan yang digunakan untuk hewan.

Auffressen. Makannya banyak bener, berantakan pula. Nenek saya bilang, kalau makannya berantakan, makannya persis kayak bebek. Ich mag Meeresfrüchte. Meeresfrüchte berarti "seafood".

Redensart: Farbe bekennen. (mengenali atau mengakui warna)              
Penggunaan dalam kalimat: Es ist an der Zeit, Farbe zu bekennen. Inilah saatnya untuk mengakui warna. Artinya, inilah saatnya untuk mengakui kebenaran, untuk menjelaskan ada di pihak mana      
Arti: zeigen, auf welcher Seite man steht. (Menunjukkan, di sisi mana orang berdiri, mengakui kebenaran)

Redensart: Hopfen und Malz ist verloren. (Kehilangan hop dan jagung).    
Penggunaan dalam kalimat; Da ist Hopfen und Malz verloren.          Arti: Es hat keinen Sinn mehr. (Tidak ada maknanya lagi, sia-sia)

Redensart: einen Sockenschuss haben. Mempunyai         
Penggunaan dalam kalimat: Der hat einen Sockenschuss      
Arti: nicht ganz bei Verstand sein. Gila.
Penjelasan: Idiom ini berasal dari laundry yang melakukan tindakan tertentu untuk kaos kaki agar tidak tertukar dengan kaos kaki dengan pelanggan yang lain yaitu dengan menjahitnya.   

Redensart: einen Bären aufbinden. (Melepaskan seekor beruang)
Penggunaan dalam kalimat: Dir wurde ein Bär aufgebunden. (Seekor beruang dilepaskan untuk kamu). Artinya, seseorang mempercayai kamu.            
Arti: jemandem etwas weismachen. (Mempercayai seseorang)

Redensart: unter einer Decke stecken. (Bersembunyi di bawah selimut)          
Penggunaan: Ihr steckt doch beide unter einer Decke! (Kalian berdua (ketahuan) bersembunyi di bawah selimut)!             
Arti: mit jemandem zusammenarbeiten. (Bekerja sama dengan seseorang)

Redensart: ein Brett vor dem Kopf haben. (Punya sebuah papan di depan kepala)   
Penggunaan dalam kalimat: Du hast ein Brett vor dem Kopf. Kamu punya sebuah papan di depan kepala)   
Arti: etwas nicht verstehen. Tidak mengerti mengenai sesuatu. 

Redensart: Kopf hoch. (Kepala tinggi)          
Penggunaan dalam kalimat: Halte den Kopf hoch. Angkat kepala tinggi-tinggi)      
Arti: den Mut nicht verlieren. (Jangan kehilangan keberanian, jangan takut)

Wo der Pfeffer wächst  (Di mana lada tumbuh)
Geh dahin, wo der Pfeffer wächst. (Pergilah kamu, ke tempat di mana lada tumbuh)          
weit weg; am Ende der Welt. (Pergi jauh, ke ujung dunia)
Penjelasan: Lada hanya tumbuh di Indonesia, dan Indonesia letaknya sangat jauh dari Jerman dan Eropa. Jangan lupa, orang Eropa mulai mencari benua yang jauh pada abad 15 untuk mencari bumbu-bumbu eksotis yang hanya ada di benua lain termasuk Indonesia!

Redensart: Hals- und Beinbruch!     
Penggunaan dalam kalimat: Sie wünschte mir Hals- und Beinbruch   
Arti: Hoffentlich passiert dir nichts! Mudah-mudahan tidak terjadi apa-apa pada dirimu!

Untuk Redewendung, akan dijelaskan dalam artikel yang lain. 














Selasa, 02 Januari 2018

Universität atau Fachhochschule?

Banyak yang belajar bahasa Jerman karena ingin kuliah di Jerman. Jerman memiliki banyak perguruan tinggi bereputasi internasional dengan biaya kuliah yang cukup murah. Jika bertanya ke Goethe Institut atau DAAD, dan kamu atau orang tua kamu bertanya, "Universitas apa yang paling bagus di Jerman?" Maka jawabannya adalah "semua universitas di Jerman bagus-bagus." Iya karena Jerman memiliki sejarah pendidikan yang cukup panjang dan tua. Beberapa universitas tertua di dunia berada di Jerman. Rumornya adalah bahwa universitas bagus bagi orang Jerman adalah universitas yang banyak peraih Nobel-nya. Bagi orang Indonesia, universitas yang bagus adalah yang alumninya sudah jadi menteri atau pejabat di Indonesia. :D Misalnya karena pak Habibie lulusan Aachen, maka orang Indonesia kemudian banyak yang kuliah di Aachen. 

Saya di depan Universitas Wina, Austria, November 2012

Sebelum memilih universitas yang bagus versi orang Indonesia, maka ada baiknya kamu dan orang tua mengetahui jenis-jenis universitas di Jerman. Pendidikan setelah lulus SMA atau SMK dinamakan Hochschule, bahasa Inggrisnya High Education. Hochschule di Jerman bisa Universität (Universitas klasik), Fachhochschule (University of Applied Science), akademi seni dan musik, seminari, kolese bibel, akademi militer dan sekolah bisnis. Yang paling banyak diambil orang Indonesia adalah Fachhochschule, baru Universität, lalu akademi seni dan musik. Untuk memudahkan penulisan, maka penjelasan berikutnya Universität akan disingkat menjadi Uni, sedangkan Fachhochschule akan disingkat menjadi FH saja. 

Uni adalah lembaga saintifik atau lembaga kelimuan di Jerman yang memiliki otoritas untuk memberikan gelar doktor dan habilitasi. Habilitasi adalah kualifikasi tradisional untuk seorang profesor di universitas, sebelum menjadi profesor, seseorang harus masuk ke program habilitasi terlebih dahulu.  Universitas melakukan riset dan mendidik mahasiswanya di bidang ilmiah. 

FH di Jerman secara tradisional menekankan lebih kuat dalam pengajaran yang fokusnya lebih besar pada aspek-aspek teknis dan lebih relevan untuk praktek. Pengajar di FH memiliki ketrampilan mengajar dan pengalaman profesional di dunia kerja. 

FH tidak memiliki otoritas untuk memberikan gelar doktor atau habilitasi. Karena itu lulusan FH yang ingin menjadi doktor atau PhD harus kuliah di Uni, bukan di FH. 

Uni dan FH bisa lembaga besar atau kecil. Poin yang terpenting adalah apakah lembaga tersebut menawarkan program doktoral. Jika menawarkan program doktor, maka lembaga tersebut termasuk universitas, jika tidak, maka lembaga tersebut termasuk FH. 

Perlu diingat ketika mencari FH dan Uni, sekarang ini banyak FH yang dinamai ulang. FH tidak lagi menggunakan Fachhochschule, baik itu universities of applied science atau politeknik, tetapi cukup Hochschule saja. 

Kuliah baik di Universität maupun FH tidak dikenakan biaya kuliah, jikapun ada, tidak mahal. Nah, ini yang bikin orang tertarik untuk kuliah di Jerman. 

Catatan: 
Jika ada informasi lain terkait perbedaan Uni dan FH, maka akan saya tambahkan.


Sumber referensi saya untuk artikel ini:

https://academia.stackexchange.com/questions/72614/what-is-the-difference-between-hochschule-and-universit%C3%A4t-technische-universi 

http://www.freepatentsonline.com/article/International-Journal-Business-Research/312171902.html






Berkunjung ke Jerman setelah pandemi

Gott sei Dank. Thanks God. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Setelah pandemi Corona berakhir, Jerman mencabut larangan bagi orang Indonesia untuk b...