Senin, 19 Januari 2009

Obyek Akkusativ

Karlskirche atau Gereja Karl, Wina, Austria

Obyek dalam bahasa Jerman ada 2 yaitu obyek Akkusativ dan obyek Dativ.

Dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris kedua obyek ini sebenarnya juga ada. Tetapi karena tidak ada pembedaan secara khusus dan ketat dalam kedua bahasa ini, kita sering tidak tahu keberadaan 2 obyek ini dalam sebuah kalimat.

Saya membeli buku. ---- Buku adalah obyek Akkusativ

Saya membeli buku untuk adik. ---- Untuk adik adalah obyek Dativ.

Kita telah mengetahui bahwa kata benda dalam bahasa Jerman memiliki artikel. Yaitu der untuk benda yang dianggap maskulin, die untuk benda yang dianggap feminin dan das untuk benda yang dianggap netral.

Pelajaran pada postingan yang telah lalu adalah artikel untuk subyek atau nominativ. Artikel tersebut ada yang berubah, karena posisi benda tersebut adalah sebagai obyek akkusativ.


Nominativ
Personal-bestimmteunbestimmteKeterangan
PronomenArtikelArtikel
erdereinmaskulin
siedieeinefeminin
esdaseinnetral
sie die****plural



Akkusativ
Personal-bestimmteunbestimmteKeterangan
PronomenArtikelArtikel
ihndeneinenmaskulin
siedieeine feminin
esdasein netral
euchdie****plural


Contoh kalimat :

Nominativ
1. Der Tisch ist schwarz.

2. Die Frau ist schön.

3. Das Haus ist gross.

4. Die Häuser sind schön und hell.


Akkusativ
1. Ich kaufe den Tisch.

2. Er mag die Frau.

3. Wir verlassen das Haus.

4. Der Lehrer unterrichtet die Kinder.

Penjelasan mengenai obyek dativ terdapat dalam postingan tersendiri dengan judul "Obyek Dativ".



Ingin punya bisnis sendiri? Ingin punya penghasilan tambahan? Yang satu ini bisa dikerjakan dari rumah atau dari mana pun saja!

 

Belajar berbisnis bersama d’BC Network!
Jaringan indenpendent consultant oriflame yang sudah terbukti menghasilkan puluhan jutawan dari bisnis MLM secara offline dan online!







20 komentar:

  1. bu...terus..kata kerjanya yang kaya apa??
    ada yang bilang katanya harus huruf kecil di depannya ya?

    BalasHapus
  2. Kalau ingin tahu tentang kata kerja, kamu harus lihat pembahasan kata kerja di artikel berjudul Konjugation (konyugasi). Kata kerja selalu ditulis dengan huruf kecil.

    Kalau kata benda selalu ditulis dengan awalan huruf besar, meski di tengah kalimat.

    BalasHapus
  3. Salam..

    saya tertarik sekali dg blog ini. ketika saya di sma, saya dpt pelajaran bahasa jerman. tapi "ilang" begitu saja. di luar itu, saya ingin sekali mahir berbahasa jerman.

    ada beberapa hal yg membuat saya kesulitan dlm bhs jerman ini.
    yg ingin saya tanyakan skg ini adl, mengapa harus ada istilah AKUSATIV dan DATIV??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Akkusativ dan Dativ sama-sama digunakan untuk obyek dalam sebuah kalimat. Bedanya, Akkusativ adalah obyek langsung, sedangkan Dativ adalah obyek tidak langsung. Obyek langsung contohnya "Saya membeli sebuah buku". Saya adalah subyek, sebuah buku adalah obyek Akkusativ. Obyek tidak langsung contohnya "Saya membelikan adik saya sebuah buku". Saya adalah subyek, adik saya adalah obyek Dativ, dan sebuah buku adalah obyek Akkusativ.

      Hapus
  4. Kalau ditanya, kenapa ada istilah Akkusativ dan Dativ, orang Jermannya sendiri juga gak bisa jawab, karena sudah dari sononya begitu.

    Yang pasti, kedua istilah tersebut digunakan untuk membedakan jenis obyek dalam sebuah kalimat.

    BalasHapus
  5. saya masih bingung mengenai pemakaian dativ dan akkusativ. tolong dijelaskan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kamu bisa lihat penjelasan tentang obyek dativ pada postingan tersendiri yaaa, yaitu obyek Dativ, dalam blog ini juga. Saya sengaja buat postingan-postingan mini, biar paham sedikit demi sedikit. Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini.

      Hapus
  6. bu , kalo pengen tahu cara bacanya tuh gmn ya ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya belum sempat buat rekaman tentang membacanya. Tapi pakai suara saya yaaa, karena kalau ambil dari web lain, saya melanggar hak cipta. Kalau bayar native Jermannya saya tidak mampu bayar. Kamu dengarkan saja Deutsche Welle atau youtube mengenai pelajaran bahasa Jerman.

      Hapus
  7. Balasan
    1. Soal-soalnya cari di buku pelajaran, baik buku bahasa Jerman untuk SMA, misalnya Kontakte Deutsch atau beli di Gramedia misalnya buku "Themen", sekarang sudah tidak diterbitkan lagi. Sudah diganti dengan buku "Studio A1".

      Hapus
    2. Bu, kalau ihr itu ditujukan untuk dia perempuan dan sein untuk dia laki laki begitu?

      Hapus
    3. "ihr" dan "sein" adalah possesivpronomen atau kata ganti milik. "ihr" adalah "milik perempuan" atau "her" dalam bahasa Inggris. Misalnya kita menyebut sejumlah barang milik Anita dengan ihr Kuli (pulpennya, her pen), ihre Tasche (tasnya, her bag), ihr Buch (bukunya, her book), ihre Schuhe (sepatunya, her shoes).

      Hapus
    4. "sein" digunakan untuk menyebutkan "milik laki-laki" atau "his" dalam bahasa Inggris. Kali ini saya akan menyebutkan sejumlah barang tetapi kali ini milik Thomas. Sejumlah barang Thomas misalnya "sein Kuli" (pulpennya, his pen), "seine Tasche" (tasnya, his bag), "sein Buch" (bukunya, his book), "seine Schuhe" (sepatunya, his shoes)

      Hapus
    5. Kenapa ada "ihr" dan ada "ihre"? Kenapa ada "sein" dan "seine"? Artinya sebenarnya sama saja yaitu MILIKNYA. Yang membedakan ada "e" atau tidak adalah artikel benda yang mengikutinya. Dalam bahasa Inggris, pola ini tidak ada. Kuli artikelnya der, Buch artikelnya das, jadi untuk possessiv tidak ditambahkan "e" setelah possessivpronomen atau kata ganti orang. Tetapi untuk Tasche dan Schuhe, possessivpronomen-nya HARUS ditambahkan huruf "e" karena Tasche artikelnya feminin dan Schuhe adalah bentuk plural atau jamak. Dan huruf "e" nya harus dibaca, tidak boleh disenyapkan, karena membedakan artikel.

      Hapus
  8. Meine erste Besucht!Ihre informationen sind sehr wichtig.

    BalasHapus
  9. wah bngung pemakaian akkusativ yang dibalik-balik :o

    BalasHapus