Rabu, 23 April 2014

Mengarang dengan tema "Keluarga"

Salah satu tugas sekolah yang agak sulit adalah menulis atau mengarang. Jangankan dalam bahasa Jerman, bahasa Indonesia saja susahnya minta ampun. Bagaimana cara menulis atau mengarang? Jawaban satu-satunya adalah "menulis dan menulis". Semakin sering menulis, maka kita akan semakin terlatih mengungkapkan pikiran kita. 

Kali ini, saya akan mengajarkan latihan menulis atau mengarang dengan tema "Keluarga" atau "Familie". Pertama-tama, tentu saja kita harus memiliki kosa kata yang cukup mengenai "Familie".  


der Groβvater = kakek
die Groβmutter = nenek 
der Vater = ayah
die Mutter = ibu
der Onkel = paman, om, adik atau kakak dari ayah atau ibu
die Tante = tante, bibi, adik atau kakak dari ayah atau ibu 
der Sohn = putra, anak laki-laki
die Tochter = putri, anak perempuan
das Baby = bayi (perempuan atau laki-laki)

Di Eropa atau Amerika, hewan peliharaan seperti anjing dan kucing dianggap anggota keluarga juga. 
der Hund = anjing
die Katze = kucing

Kedua, buat skenario atau draft atau rancangan karangan. Kita semua punya keluarga, jadi tentu tidak sulit untuk membuat rancangan ini. 

Misalnya, tokoh cerita bernama Amir. Amir mempunyai ayah yang bernama Hasan, ibunya bernama Anita. Amir mempunyai adik perempuan bernama Sarah, kakak laki-laki bernama Bagas. Oman adalah paman Amir dan istrinya bernama Ratna. 

Nah, dengan rencana karangan itu kita melangkah ke karangan bahasa Jerman. 

Ich heisse Amir, mein Vater heisst Hasan und meine Mutter heisst Anita. Mein Vater arbeitet als Beamter. Meine Mutter arbeitet auch, sie ist Lehrerin. Meine Schwester heisst Sarah und mein Bruder heisst Bagas. Oman ist mein Onkel. Er ist der Bruder von meinem Vater. Er it verheiratet. Seine Frau heisst Ratna. Sie wohnen in Bandung. Aber unser Haus ist in Jakarta. 

Nah, ternyata tidak terlalu sulit kan mengarang dalam bahasa Jerman? 

Tips: Jangan memindahkan mentah-mentah kata dalam kamus begitu saja ke dalam karangan. Karena bisa jadi yang kita tulis adalah bahasa Jerman, tetapi orang Jerman penutur asli tidak menggunakan kalimat atau kata-kata tersebut untuk maksud tersebut. Misalnya apa? Nanti akan saya tulis dalam artikel berikutnya. 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkunjung ke Jerman setelah pandemi

Gott sei Dank. Thanks God. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Setelah pandemi Corona berakhir, Jerman mencabut larangan bagi orang Indonesia untuk b...