Selasa, 06 November 2018

Guten Morgen aus Nürnberg

Guten Morgen aus Nürnberg, Deutschland. 
Saya berada di Nürnberg sejak tanggal 2 Oktober hingga 30 Oktober 2018. Saat saya tiba suhunya 6 derajat. Tentu saja ini mengejutkan saya, karena saat saya riset temperatur di Nürnberg seharusnya sekitar 14-17 derajat, cukup hangat. Untunglah ketika berangkat dari Jakarta, saya sudah mempersiapkan jaket winter, sarung tangan dan syal di ransel, untuk berjaga-jaga jika temperatur drop. Pengalaman sewaktu ke Wina Austria di bulan Oktober 2012. Saat mau berangkat suhu sekitar 14 derajat, begitu pesawat tiba di Wina suhu 0 (nol) derajat.  
Ich war in Nürnberg von 2.10 bis 30.10.2018. Als ich dort angekommen war, war die Temperatur 6 Grad C. Kälter als ich gedacht habe. Aber ich hatte doch schon von Jakarta alles vorbereitet: Winterjacke, Schal und Handschuhe, also kein Problem mit der Kälte. 


Hari pertama di Nürnberg, dingin banget. Setelah empat hari kemudian, suhunya baru hangat, sekitar 23 derajat, jadi kemana-mana bisa pakai Tshirt 


Nürnberg adalah kota terbesar kedua di negara bagian Bayern atau Bavaria dan keempat belas di Jerman. Kota terbesar pertama di Bavaria adalah München atau Munich. Penduduk Nürnberg sekitar 500 ribu orang atau hanya 5% dari penduduk Jakarta. Kotanya bersih, rapi, indah dan sebagian kuno. Tentu saja, karena Nürnberg memiliki sejarah panjang mulai tahun 1050 Masehi. Pada Perang Dunia II hampir 90% bangunan di Nürnberg hancur, bangunan yang ada sekarang kebanyakan merupakan remodelling dari bangunan sebelum perang. 

Nürnberg ist die zweitgroβte Stadt in Bayern, die erste ist München. Die Bewohner von Nürnberg sind etwa 500.000 Leute, also nur 5% im Vergleich zu Jakartas. Die Stadt ist sauber, alt aber schön. Nürnberg hat eine lange Geschichte von 11.Jahrhunderten. Im zweiten Weltkrieg waren fast alle Gebäude in Nürnberg ist völlig zerstört. Die heutigen Gebäude sind renoviert, wie sie vor dem Krieg waren.  


Nürnberg di pagi hari, baru jam 6 pagi, masih gelap tapi jalanan sudah ramai. 


Nürnberg memiliki jaringan transportasi yang cukup baik dan terintegrasi satu sama lain juga dengan kota-kota tetangganya seperti Fürth dan Stein. Selama sebulan di sana, saya berlangganan tiket bulanan, karena kalau harian bisa makin jebol kantong. Tiket sekali jalan cukup mahal yaitu 3,1 Euro, sedangkan untuk paket 3 kota Nürnberg, Fürth dan Stein harganya 71,90 sebulan. Karena urusan saya ada di kota Erlangen juga, maka saya ambil tiket tambahan untuk 4 kota: Nürnberg, Fürth, Stein dan Erlangan dgn harga 74,90 Euro kurang lebih Rp 1,5 juta rupiah. Waw, banget deh kalau untuk urusan transportasi. Karena itu saya manfaatkan untuk keliling kota dengan berbagai moda transportasi ketika ada waktu luang.  




Tiket langganan dan tiket harian serta brosur zona transportasi di Nürnberg dan kota-kota di sekitarnya. 

Menginapnya di hotel a&o Nürnberg Hauptbahnhof. Hotel ini termasuk hotel yang cukup murah, cocok untuk kantong traveller backpacker. Pelayanannya juga cukup baik, tapi ini model hostel ya artinya satu kamar bisa diisi 4,6 hingga 9 orang dan campur perempuan dan laki-laki. Kecuali atas permintaan, misalnya kita pergi berempat, maka kita bisa book kamar untuk 4 orang. Saya sendiri pergi bertiga dan bisa book 1 kamar dengan 4 bed, tapi bayarnya 3 bed ditambah 10 Euro. Tetap lebih murah dibanding hotel-hotel ternama yang terletak di seberang hotel kami ini.

Sesuai namanya, hotel ini terletak dekat dengan stasiun utama Nürnberg. Cukup jalan 5 menit sudah sampai ke salah satu pintu masuk stasiun. Letaknya cukup strategis, karena ada di downtown, dekat dengan Kota Tua Nürnberg yang bersejarah itu. Saya pecinta sejarah dan bangunan-bangunan tua bersejarah, jadi saya sangat suka Nürnberg. Untuk penggemar kota modern, di Kota Tua juga tersedia berbagai toko dan mall yang menyediakan barang-barang branded mulai dari tas, parfum dan aneka kosmetik lainnya. 

Yang mau tanya-tanya tentang kuliah di Jerman atau mau les bahasa Jerman bisa hubungi saya di 0812 8115 0858 atau email: fit_3a@yahoo.com.  

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkunjung ke Jerman setelah pandemi

Gott sei Dank. Thanks God. Alhamdulillah. Puji Tuhan. Setelah pandemi Corona berakhir, Jerman mencabut larangan bagi orang Indonesia untuk b...