Jumat, 03 Desember 2010

Kutipan Bagus dari Mario Teguh

Jika saya berkualitas tinggi,
dibayar rendah oleh orang
yang TIDAK mampu,
dan saya terima dengan ikhlas;
itu namanya berharap kepada Tuhan.
...
Jika saya berkualitas tinggi,
menerima bayaran rendah
dari orang yang mampu membayar,
itu berarti saya tidak menghargai diri saya.

Saya harus meng-HARGA-i diri saya
sebagai anugerah dari Tuhan.

Saya tidak bekerja untuk bayaran.

Saya bekerja untuk harga diri saya.

ole : Mario Teguh

Jumat, 19 November 2010

Posessiv - Pengantar

Blick auf die Elbe in Dresden von Gerhard T./ Sungai Elbe di Dresden, karya Gerhard T.


Untuk menyatakan kepemilikan dalam bahasa Jerman, Ada beberapa cara :

1.      menggunakan bentuk possesiv
ich --> mein
du --> dein
er --> sein
sie --> ihr
es --> sein
wir --> uns
ihr --> euer
sie --> ihr
Sie --> Ihr

Beispiel :
Das ist mein Buch.
Das ist ihre Kamera.

2.      menggunakan präposition von
Das ist das Buch von mir.
Das ist die Kamera von Anna.
Das ist die Kamera von ihr.

3.      menggunakan Genitiv
Das ist das Buch des Vaters.
Das ist die Tasche der Frau.
Wir trinken die Limonade des Kindes.
Sie lesen die Briefe der Leute.

Das ist Karens Auto.
Die Berliner Mauer = Tembok Berlin

Penjelasan lebih lanjut akan diberikan pada postingan berikutnya.

Kamis, 11 November 2010

Bertanya jam dan waktu

Orang Jerman terkenal selalu tepat waktu. Sebenarnya tidak  juga karena orang Jerman juga kadang-kadang terlambat.  Dalam postingan ini akan dijelaskan hal-hal mendasar mengenai waktu atau jam. 

Menanyakan waktu 
Ketika bertanya kepada seseorang, kita membuka pertanyaan dengan  frasa :Entschuldigung! atau Verzeihung! (Permisi, maaf). Kedua frasa ini bisa digunakan baik formal maupun informal.

Cara formal untuk menanyakan waktu adalah :
“Können Sie mir sagen, wie spät es ist?” (Bisakah Anda memberitahukan, jam berapa sekarang?)

Cara informal untuk menanyakan waktu adalah :
“Kannst Du mir sagen, wie spät es ist?” (Bisakah kamu memberitahukan, jam berapa sekarang?)

Atau kita bisa langsung bertanya :
“Wie spät ist es?” (Jam berapa sekarang?)

Menyebutkan jam  
Ada 2 cara untuk menyebutkan jam dalam bahasa Jerman, yaitu: 
“Es ist … Uhr.” atau “Es ist um …”. Keduanya berarti : "Sekarang jam . . . " atau dalam bahasa Inggris “It is … o’clock.”

Perbedaan satu-satunya antara dua bentuk kalimat ini adalah 
“Es ist … Uhr” bisa digunakan untuk semua angka dari 1 sampai 24
sedangkan
“Es ist um …” hanya bisa digunakan untuk angka  1 sampai 12.

Contoh kalimat :
“Es ist EIN Uhr.” / “Es ist um EINS.” 
Jam 1.(It’s 1 a.m. / o’clock.)

“Es ist fünf Uhr.” / “Es ist um fünf.” 
Jam 5.(It’s 5 a.m. / o’clock.)
“Es ist zwölf Uhr.” / “Es ist um zwölf.” 
Jam 12.(It’s 12 o’clock.)

“Es ist dreizehn Uhr.” /  
Jam 1 siang.(It’s one p.m. /  o’clock.)

“Es ist fünfzehn Uhr. /  
Jam 3 sore. (It’s 3 p.m. / o’clock.)

“Es ist vierundzwanzig Uhr.” 
Jam 12 malam. (It’s 12 o’clock.)


Bisa dilihat adanya sedikit perbedaan ketika menyebutkan jam 1.  Jika menggunakan kalimat “Es ist … Uhr.” kita harus menyebutkan angka 1 sebagai  EIN dan jika menggunakan kalimat  “Es ist um …” kita harus menyebut angka 1 sebagai EINS.

Jika datang terlambat misalnya ke pesta pribadi, katakanlah yang akan dimulai jam 8 malam. Orang Jerman tidak akan marah, jika kita muncul lebih lambat dari waktu yang telah ditentukan. Tetapi akan lebih baik, jika tuan rumah diberitahukan sebelumnya. 

Orang Jerman menganggap hal yang tidak sopan, jika kita muncul satu atau dua jam terlambat tanpa pemberitahuan sebelumnya. 

Kembali ke contoh pesta yang dimulai jam 8 tadi. Anda diharapkan tiba antara jam  7:55 (jangan tiba lebih awal) dan jam 8:15.

Seandainya kita tidak bisa datang pada periode tersebut, ada sejumlah frasa untuk hal itu : 

Ich komme etwas später. = Saya akan tiba lebih lambat.(Dengan frasa ini, asumsi kita terlambat kurang lebih 30 menit)

Ich komme etwa eine Stunde später. = Saya terlambat kira-kira satu jam.
Ich komme so gegen 21 Uhr. = Saya tiba kira-kira jam 9.
(Kedua frasa ini memungkinkan kita untuk tiba antara jam 8:45 dan 9:15.)

Intinya, buatlah waktu kedatangan anda setepat mungkin. Dan coba tiba di tempat tersebut 15 menit sebelum atau sesudah waktu yang ditentukan.

Senin, 08 November 2010

Kamus Saku Langenscheidt

Buat yang suka bepergian, tapi tetap ingin belajar atau menghapal kosakata bahasa Jerman, bisa menggunakan kamus mungil ini. Bisa masuk kantong :) Ukurannya lebar 7,5 cm, panjang 10,5 cm dan tebal 2 cm.


Kosa katanya lumayan. Terdiri dari 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Jerman. Bahkan di bagian belakangnya terdapat daftar makanan Indonesia dalam bahasa Jerman, walau makanan tersebut jadi panjang namanya. Karena nama makanan tersebut menjelaskan proses pembuatannya. Cek sendiri deh, biar tau :)

Kekurangannya, tidak terdapat jenis gender untuk setiap benda, perubahan plural dari singular dan genitif. Dan tentu saja, kosa katanya tidak sebanyak kamus yang saya posting sebelumnya.



Pertama keluar sekitar 4 atau 5 tahun lalu harganya Rp 15.200,-. Harga sekarang Rp 35.000,- (November 2014). Kalau mau beli dengan saya bisa. HP saya 0812 8115 0858 (bisa WA), Pin BB 52fe3512. Harga di luar ongkos kirim. 

Catatan : 
Kalau membuat karangan, jangan langsung comot kata dari kamus yah. Karena setiap kata dalam bahasa Jerman memiliki penggunaan tersendiri dalam konteks tertentu. 

Saya sering menemukan kalimat-kalimat ajaib dari murid saya, karena mereka mencomot kata-kata langsung dari kamus. Cara mudah adalah menghafalkan satu kalimat langsung, bukan sepotong-sepotong.

Sebagai orang yang belajar bahasa asing, kita mesti rajin baca berbagai macam bacaan, sehingga kosa kata kita makin kaya.





30 buah kamus bahasa Jerman dikirim untuk para pembelajar bahasa Jerman di kota Makassar. Tentu saja sudah banyak yang membeli kamus Langsenscheidt ini dari saya dalam jumlah satuan atau 5 buah dan dikirim ke berbagai daerah di Indonesia. 
Sukses ya belajar bahasa Jermannya. Alles Gute zum Deutschlernen! 

Jumat, 05 November 2010

Kamus Indonesia - Jerman

Ketika mengarang atau bercakap-cakap, terkadang kita mentok dengan kosa kata yang sudah kita punyai. Untuk itu, mau tidak mau kita membutuhkan kamus Indonesia - Jerman. Kamus ini disusun oleh Adolf Heuken juga. 


Saya sih jarang pakai kamus ini. Seumur-umur belajar bahasa Jerman, baru tahun kemarin beli kamus ini, Pertama, buat saya kamus ini tidak perlu-perlu banget. Karena saya diwajibkan menggunakan kamus Jerman-Jerman. Kedua, kamusnya juga tidak terlalu sering beredar. Jadi begitu ketemu, langsung deh saya beli. 

Harganya kurang lebih sama dengan kamus Jerman - Indonesia yang sudah saya posting sebelumnya.

Rabu, 03 November 2010

Kamus Jerman - Indonesia

Kamus merupakan buku wajib dimiliki oleh orang yang belajar bahasa asing. Untuk kamus bahasa Jerman, saya merekomendasikan kamus ini. 

         
Kamus Jerman - Indonesia

















Kamus ini disusun oleh Adolf Heuken SJ, orang Jerman yang sudah lama tinggal di Indonesia. SJ merupakan gelar untuk pastor ordo Jesuit. 

Beliau sudah menyusun banyak buku termasuk buku tempat-tempat bersejarah di Jakarta. Wah, saya aja yang orang Jakarta, tidak tau begitu banyak tempat-tempat bersejarah di Jakarta. Inilah ciri khas orang Jerman. Semangat menelitinya tinggi sekali, termasuk tingkat ketelitiannya dalam meneliti segala sesuatunya. Termasuk kamus ini.

Sebelum menggunakan kamus ini, coba tengok halaman IX mengenai Erklärung der Zeichen und Abkürzungen atau Keterangan tanda-tanda singkatan. 

Selain itu, tentu saja pemahaman tata bahasa diperlukan. Misalnya mencari arti kata "sprichst", kita harus tahu dulu bahwa sprichst berasal dari kata sprechen. Kalau kita cari kata sprechen, kita akan menemukan maknanya yaitu "berbicara". Kalau langsung mencari kata sprichst, kita tidak akan menemukan kata sprichst di kamus ini, bahkan kamus manapun. Kecuali kamus yang memang sengaja dibuat untuk keperluan ini, yah.
Oh ya, di halaman belakang kamus ini terdapat daftar perubahan kata kerja. Ini sangat diperlukan bagi yang sedang atau sudah belajar Perfekt dan Präteritum.

Harga saat tulisan ini dibuat (November 2010), Soft Cover Rp 100.000,-, Hard Cover Rp 150.000,-.  

Senin, 18 Oktober 2010

Mengatakan kalimat Negative

When someone is asking you in German for a particular noun, for example, when you are asked if you have or posses something, e.g. time, a brother, a sister, children, a pen, etc., you have to use a declined form of the word kein in order to negate your statement.

For example, when I ask you the following questions:
1. Hast du Zeit? – Do you have time?
2. Hast du Hunger. – Are you hungry? (lit. Do you have hunger?)
3. Hast du eine Schwester? – Do you have a sister?
4. Haben sie einen Sohn? – Do you have a son?
5. Haben Sie Kinder? – Do you have children?
6. Hast du einen Stift? – Do you have a pen?

The correct German responses would be:
1. Nein, ich habe keine Zeit. – No, I have no time. / No, I don’t have time.
2. Nein, ich habe keinen Hunger. – No, I am not hungry. (lit. No, I have no hunger.)
3. Nein, Ich habe keine Schwester. – No, I have no sister. / No, I don’t have a sister.
4. Nein, ich habe keinen Sohn. – No, I have no son. / No, I don’t have a son.
5. Nein, ich habe keine Kinder. – No, I have no children. / No, I don’t have children.
6. Nein, ich habe keinen Stift. – No, I have no pen. / No, I don’t have a pen.
In the singular kein is declined like the indefinite articles.
In the plural kein is declined like the definite articles.


Singular
Plural

masculine
feminine
neuter

Nominative
ein
kein
eine
keine
ein kein die
keine
Genitive
eines
keines
einer
keiner
eines keines der
keiner
Dative
einem
keinem
einer
keiner
einem keinem den
keinen
Accusative
einen
keinen
eine
keine
ein kein die
keine

So, all you have to do is to add the letter k to the indefinite articles and you will always obtain the corresponding negation word.

Please note, that you can only negate you statement with kein when the noun you are talking about is either used without articles or with indefinite articles.

Without articles:
Sie isst Äpfel. – She eats apples.
Sie isst keine Äpfel. – She doesn’t eat apples. (lit. She eats no apples.)
Er trinkt Kaffee. – He drinks coffee.
Er trink keinen Kaffee. – He doesn’t drink coffee. (lit. He drinks no coffee.)

With indefinite articles:
Sie isst einen Apfel. – She is eating an apple.
Sie isst keinen Apfel. – She isn’t eating an apple. (lit. She is eating no apple.)
Er trinkt eine Tasse Kaffee. – He is drinking a cup of coffee.
Er trink keine Tasse Kaffee. – He isn’t drinking a cup of coffee. (lit. He is drinking no cup of coffee.)

Rabu, 07 Juli 2010

Perfekt

Kali ini saya ingin menjelaskan tentang Perfekt. Bahasa Jerman juga mempunyai bentuk lampau, yaitu Perfekt dan Präteritum.

Perbedaan kedua bentuk lampau ini dari segi penggunaan :
1. Perfekt sering digunakan untuk lisan atau percakapan.
Misalnya :
Hast du schon gelesen? (= Kamu sudah baca?)
Habt ihr schon gemacht? (= Kalian sudah buat?)
Sind Sie schon in Deutschland gewesen? (= Anda pernah di Jerman?)

2. Präteritum digunakan untuk cerita atau dalam buku cerita.
Ich las das Buch gestern.
Ihr machtet die Hausaufgaben.
Letztes Jahr war ich in Deutschland.

Perbedaan kedua bentuk lampau dari segi pola bahasa :

1. Perfekt :
Subjekt + haben/sein + Partizip Perfekt

2. Präteritum
Subjekt + Verben im Präteritum

Daftar perubahan kata-kata dalam bentuk Präsens, Präteritum dan Perfekt dapat dilihat di belakang kamus bahasa Jerman.

Sabtu, 06 Februari 2010

Imperativ : untuk du (kamu)

Anrede mit du

Der Imperativ wird von 2.Person Singular Präsens abgeleitet. Die Endung -st fällt weg:
Untuk membuat kalimat perintah untuk du, maka akhiran st yang biasanya digunakan untuk mengkonyugasikan, dihilangkan.

du fragst --> Imperativ : Frag!
du kommst --> Imperativ : Komm!
du nimmst --> Imperativ : Nimm!
du arbeitest --> Imperativ : Arbeite!

Bei den starken Verben fällt der Umlaut der 2. Person Singular weg:
Jika menggunakan kata kerja kuat (starke Verben), maka umlaut yang biasanya digunakan, dihilangkan. (Catatan : lihat Vokalwechselverben)

du läufst --> Imperativ : Lauf!
du schläfst --> Imperativ : Schlaf!

Sonderformen bei den Hilfsverben:
Bentuk lain dari kata kerja tertentu.

haben : du hast --> Imperativ : Hab keine Angst!
sein : du bist --> Imperativ : Sei ganz ruhig!
werden : du wirst --> Imperativ : Werd(e) nur nicht böse!