Senin, 24 Desember 2012

Selasa, 18 Desember 2012

Beli di mana buku pelajaran bahasa Jerman Studio dA1?

Buku pelajaran Bahasa Jerman selalu berubah seiring waktu. Sewaktu jaman saya kuliah 1990-1996, saya menggunakan buku Themen. Lalu Themen diperbaiki menjadi Themen Neu. Terdiri dari 3 seri yaitu Themen Neu 1, 2 dan 3. Nah, kalau sudah selesai belajar menggunakan buku ini, baru deh bisa mengikuti ujian ZDaF (Zertifikat Deutsch als Fremdsprache) yang sekarang berubah menjadi ZD (Zertifikat Deutsch).

Beberapa tahun yang lalu, Goethe Institut mengganti Themen Neu dengan buku Studio dA1 hingga dB2. Buku ini lebih ringan dan lebih mudah dibanding dengan buku Themen Neu. Lagipula sesuai dengan tingkat ujian yang disediakan. Artinya, untuk persiapan ujian A1 atau kalau mau lulus ujian A1, belajarlah memakai buku Studio dA1. 

Jadi, kalau ada guru bahasa Jerman kalian tidak pakai buku ini atau paling tidak memakai Themen Neu, jangan mau ya. Karena buku tersebut sudah ketinggalan jaman. Kecuali kalau belajarnya di Jerman atau Austria, karena setiap Sprachschule (tempat kursus bahsa) di sana, bisa jadi punya buku tersendiri sesuai kurikulumnya. Atau  SMA di Indonesia menggunakan buku Kontakte Deutsch. 

Sewaktu saya di Austria November 2012 lalu, saya menginap di rumah staf KBRI. Istri beliau kursus bahasa Jerman di Universitas Wina dan menggunakan buku ini.    



Buku Studio dA1 biasanya ada di Toko Buku Gramedia Matraman. Kalau di toko buku lain sepertinya gak ada deh, bahkan tidak semua Gramedia menyediakan buku ini. Maklum, pembelajar bahasa Jerman kan tidak banyak, jadi stoknya juga tidak banyak. Penerbit buku Studio dA1 hanya memasok keperluan Goethe Institut saja.   

Berhubung ada saja yang bertanya di mana bisa membeli buku Studio dA1 termasuk para murid saya, saya sekarang bantu para pembelajar bahasa Jerman di blog saya ini dengan menyediakan buku tersebut. 

Harganya satu set Rp 250.000,-, sama dengan harga di toko buku Gramedia. Tapi harga ini di luar ongkos kirim, ya. Satu set terdiri dari 1 buku pelajaran, 1 buku latihan dan 1 CD untuk pembelajar. Sudah dipak plastik oleh penerbitnya. Kirimnya nanti lewat TIKI/JNE. 



Buku pendampingnya 'Vokabeltaschenbuch' atau buku saku kosa kata harganya Rp 30 ribu. Isinya daftar kata yang ada dalam buku pelajaran Studio dA1 berikut artinya. Di Gramedia, sepertinya tidak dijual. Buku ini boleh beli, boleh tidak. Kalau sudah cukup dengan kamus, yah sudah, tidak usah beli. 

Buku-buku yang tersedia: 
1. Kamus kecil Langenscheidt, Rp 30 ribu/buah.
2. Studio dA1, Rp 250 ribu/set
3. Studio dA2, Rp 325 ribu/set.
4. Studio dB1, Rp 325 ribu/set.
5. Studio dB2, Rp 600 ribu/set
6. de el el, tergantung stok
Saya bisa dihubungi di 0858 1122 7868 (jangan SMS), pin BB 27ec901c, WA 0812 8115 0858.

Buku baru (7 November 2014)
1. Gramatika Ringkas Bahasa Jerman, Rp 60 ribu, penerbit Pons
2. Penjabaran dan Latihan Gramatika Bahasa Jerman, Rp 105 ribu, penerbit Pons. 

Di Jerman setiap penerbit punya kekhususan sendiri, Penerbit Pons, Hueber, Cornelsen dan beberapa penerbit lainnya khusus menerbitkan buku seri pelajaran bahasa Jerman untuk orang asing. 

Euro, uangnya Jerman dan Eropa

Pasti sudah pada tau ya bahwa di Jerman dan 12 negara Eropa lainnya mata uang yang digunakan sama yaitu Euro (dalam bahasa Jerman dibaca 'oiro').

Negara-negara di Eropa yang menggunakan Euro adalah Belgia, Jerman, Finlandia, Perancis, Yunani, Belanda, Irlandia, Italia, Luxemburg, Austria, Portugal, Slovakia dan Spanyol. Kurang lebih 200 juta orang menggunakan Euro. Banyak juga ya, tapi yang menggunakan rupiah lebih banyak lagi, lho, karena penduduk Indonesia saja jumlahnya sudah 240 juta orang, he he he.

Uang Euro milik saya sewaktu ke Austria bersanding dengan pelajaran mengenai Euro di buku Studio dA1. Saya punya hampir semua koin yang ada dalam buku ini. 

Yang menarik, uang lembaran Euro (die Euroscheine) sama baik gambar, bentuk dan ukurannya di semua negara tersebut. Tetapi untuk uang koinnya (Münze) berbeda-beda di setiap negara. Masing-masing negara memiliki koin yang merupakan simbol dari negara mereka. Tetapi semua koin tersebut berlaku di 13 negara pemegang Euro.

Di buku Studio dA1 halaman 23 terdapat informasi mengenai hal tersebut. Pelajaran mengenai budaya di negara yang bahasanya sedang kita pelajari dsebut dengan Landeskunde. 

Inilah yang mendorong saya sewaktu di Austria untuk mencari, menahan bahkan rela menukar uang demi mengkoleksi koin Euro dari setiap negara. Nah, jadi hasilnya mulai hari ini (18/11/12) saya bisa menunjukkan kepada murid Euro yang sebenarnya, bukan cuma gambar saja, he he he. Tapi memang saya dasarnya adalah kolektor koin dari berbagai negara. 

Ada kejadian lucu, seorang trainer di Austria kemarin, begitu tau cita-cita saya langsung memberikan saya koin Euro dari Yunani, karena koin Euro dari Yunani agak jarang beredar. Dan dia bilang, setelah ini dia juga harus berburu Euro Yunani untuk dikoleksi. Ada yang tau kenapa? Karena saat ini, Yunani sebagai negara yang menjelang bangkrut dan mungkin harus keluar dari zona Euro. Nah, saat itulah koin Euro Yunani tidak diproduksi lagi. He he he, betul juga ya pendapat beliau itu.

Meski bentuknya sama, tetapi nilai suatu barang ternyata berbeda-beda di negara-negara tersebut. Misalnya, ketika saya membeli sebuah majalah, di sana tertera Deutschland € 2,20, Österreich  € 2,55, BeNeLux € 2,60, Italien € 2,60, Slowenien € 2,55, Slowakei € 3,00. 

Saya tidak paham kenapa harganya bisa berbeda-beda untuk barang yang sama. Bisa jadi karena kekuatan ekonomi negara tersebut. Yang terjadi kemudian, kadang-kadang di perbatasan negara (tidak ada perbatasan semacam tembok, kadang hanya semacam tugu saja) orang dari negara A berbelanja barang X di negara B, sedangkan orang di negara B berbelanja barang Y di negara A, karena lebih murah.   
    

Selasa, 11 Desember 2012

Kamus Jerman - Jerman

Saya sudah meng-upload beberapa jenis kamus, ya. Mulai dari kamus Jerman - Indonesia, Indonesia - Jerman, Kamus Indonesia - Jerman vis a vis terbitan Langenscheidt yang mungil itu juga kamus online bahkan kamus di Blackberry. Lumayan lengkap, kan.

Kali ini saya meng-upload cover kamus Jerman - Jerman. Kamus ini keluaran penerbit Wahrig. Saya beli kamus ini tahun 1992 (saya ingat, karena saya selalu menulis tanggal pembelian di hampir semua koleksi buku-buku saya) :D Harganya masih Rp 15.000,-

Kamus Jerman - Jerman terbitan Wahrig

Kamus ini digunakan kalau sudah selesai B1, jadi ketika mau masuk kelas B2. Kalau masih pemula, jangan pakai kamus ini dulu ya. Kalau mau beli, apalagi kalau lagi diskon, silahkan saja. 

Saya dulu pernah ditawari dosen (orang Jerman) kamus Jerman - Jerman terbitan Langenscheidt, harganya waktu itu masih Rp 40.000,- (tahun 1992), tapi saya tolak karena baru beli kamus ini. Nyesel juga sih ya, karena saya kolektor buku. 

Bagusnya kamus Jerman - Jerman, baik terbitan Wahrig maupun Langenscheidt adalah kamus ini menyediakan contoh-contoh kalimat dari suatu kata kerja. 

Misalnya:
Mana kalimat yang benar? Ich bedanke mir bei dich atau Ich bedanke mich bei dir?

Yang benar adalah Ich bedanke mich bei dir

Kalau diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sama saja, Saya berterima kasih kepadamu. Tapi pola kalimat bahasa Jerman tidak bisa begitu. 

Kata berterima kasih dalam bahasa Jerman adalah danken atau sich bedanken. Sich bedanken termasuk kata kerja reflexive yang didamping preposisi tertentu yaitu bei

Nah, preposisi bei membutuhkan Dativ dan makna bei di sini artinya kepada, bukan ada di, karena di sini bei tidak bermakna lokasi (lihat postingan tentang preposisi). 

Boleh enggak diganti dengan preposisi lain misalnya auf? Jawabannya sudah pasti, gak bisa lah yaww. Pola ini sudah paten, jadi wajib dihafalken.    

Nah, di kamus Jerman-Jerman ini akan disebutkan contoh-contoh lainnya. Jadi gak boleh ngasal atau ngarang-ngarang, kalau ketemu satu kata kerja baru. Mbah Goethe bisa ngamuk-ngamuk, nih. 


Minggu, 04 November 2012

Salam dari Austria

Liebe Freunde, 

Sejak tanggal 28 Oktober 2012 sampai tanggal 23 November 2012, saya mendapat kesempatan untuk mengikuti training di Austria. Trainingnya mengenai kepemiluan. Sungguh ini suatu kesempatan yang langka dan luar biasa, karena saya satu-satunya peserta dari Indonesia dan mendapat beasiswa dari pemerintah Austria.

Sungguh tidak menyangka, kalau hari pertama langsung mendapat salju :D. Cuaca memang dingin, tetapi ternyata saya bisa tahan dengan dinginnya Austria, khususnya di kota Stadtschlaining yang terletak di provinsi Burgenland.

Di depan hotel, gak nyangka punya jaket putih, saljunya putih, jadi gak kelihatan deh.

Cuaca di sana ternyata gak beda jauh dengan Puncak, jadi it's ok. Kata teman-teman yang orang Austria, dinginnya akan parah, kalau  
ada angin. Orang Austrianya aja gak tahan.

Stadt Schlaining terletak di provinsi Burgenland. Stadt artinya kota, sedangkan peserta training tinggal di Hotel Burg Schlaining, "Burg" artinya kastil. 

Untungnya, pagi-pagi langsung motret, karena ternyata salju hanya bertahan beberapa jam saja. Jadi punya kenang-kenangan deh bersalju ria :D.



Tempat trainingnya di BurgSchlaining yang berseberangan dengan hotel. 

Di depan kastil, sebelum mulai training
Mengenai kastilnya akan diceritakan pada postingan berikut. Yang jelas, trainingnya super padat, maklum deh, standar Jerman. Orang-orang di kota ini ramah, menegur semua orang yang mereka temui di jalan, meskipun orang asing, meskipun cuma "Griass Gott". 

Sabtu, 20 Oktober 2012

Program TV "Inovator" dari Deutsche Welle

Liebe Freunde,
sudah banyak yang tau Deutsche Welle ya, program TV dan radio dari Jerman. Bisa diklik di www.dw.de. Apa aja sih yang bisa didapat dari Deutsche Welle (DW)? Banyak banget. Saya sendiri seminggu sekali mendengarkan DW dalam bahasa Jerman untuk menjaga dan melatih kemampuan mendengar saya. 

Maklum deh, cari partner berbahasa Jerman di Indonesia kan tidak mudah. DW memungkinkan hal tersebut. Cuma untuk yang bahasa Jermannya masih level pemula masih agak sulit untuk memahami. Gak apa-apa, dengarkan saja, nanti lama-lama, telinga kita akan terlatih.



Kali ini DW membuat terobosan baru untuk pemirsa Indonesia yaitu dengan menghadirkan program TV bernama "Inovator", keine Sorge (jangan khawatir), programnya dalam bahasa Indonesia, kok.

Isi atau materinya menarik banget. Sesuai dengan namanya, "Inovator" program TV ini memfokuskan pada bidang sains dan teknologi, isu-isu lingkungan, gaya hidup dan ilmu kedokteran, riset terkini mulai dari teknologi luar angkasa, inovasi untuk meminimalisir berbagai akibat perubahan iklim, atau cara-cara mengobati masalah kesehatan. Ada juga sesi yang menceritakan gaya hidup di Jerman.

Yang paling saya suka dari program ini adalah wawancara dengan ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang bekerja di Eropa. Yeayyy, banyak lho orang Indonesia yang berkiprah di Eropa, bangga deh. Dan saya yakin, banyak pembaca dan pembelajar di blog ini dan akan ke Jerman untuk kuliah, suatu hari akan jadi nara sumber dalam program ini. Aamiin.

Durasi acara 26 menit dan hadir seminggu sekali di TVRI, Bali TV, Radar TV, Banten TV dan Tempo TV. 

Jadwal Tayang program "Inovator"

Stasiun Televisi
Jam
TVRI Daerah (Jakarta dan Banten)
Sabtu, 15.30 WIB
TVRI Nasional
Kamis, 10.00 WIB
Bali TV
Senin, 17.00 WIB, Jum'at 11.30 WIB (siaran ulang)
Tempo TV
Selasa, 19.30 WIB, Rabu 11.00 WIB (siaran ulang)
Radar TV
Kamis, 19.00 WIB, Senin 19.00 WIB (siaran ulang)
Banten TV
Jum'at 12.30 WIB, Senin 20.30 WIB (siaran ulang) , Selasa 07.00 WIB (siaran ulang)

Gak sempat nonton di TV, gak masalah, konten multimedia dari seri acara „Innovator“ dapat juga diakses secara online di www.dw.de/Indonesia.

Yuk, nonton "Inovator".


Sabtu, 06 Oktober 2012

Nama-nama binatang dalam bahasa Jerman

Kali ini saya akan membahas binatang atau hewan dalam bahasa Jerman. Sebagian mirip dengan bahasa Inggris, ya iyalah bahasa Jerman kan leluhurnya bahasa Inggris. Nah, kalau ini ceritanya nanti ya. pasti bakalan seru.

Di bawah ini ada gambar nama-nama hewan dalam bahasa Jerman. 

Foto is downloaded from Ich Liebe Deutsch
Perhatikan, bahwa setiap hewan mempunyai jenis kelamin tertentu. Implikasi atau pengaruhnya apa dong? Jelas ada. 

Anjing itu menggonggong. Der Hund bellt. 
Dia lapar. Er hat Hunger. 
--> anjing adalah subyek

Saya punya seekor anjing. Ich habe einen Hund. 
Saya memanggilnya. Ich rufe ihn
--> anjing menjadi obyek Akkusativ.

Anak lelaki itu menolong anjing itu. Der Junge hilft dem Hund. 
Dia memberinya tulang. Er gibt ihm ein Knochen.
--> Anjing menjadi obyek Dativ.

Nah, dari sini kalian bisa lihat yah, bahwa binatang juga menggunakan Personalpronomen atau kata ganti orang yang sudah kalian pelajari sebelumnya. 

Ini berbeda kan seperti bahasa Inggris, di mana semua nama atau jenis binatang menggunakan kata ganti orang yang sama, yaitu it. Sedangkan dalam bahasa Jerman, nama atau jenis binatang tidak bisa semuanya digantikan dengan es. Tetapi harus diganti sesuai dengan jenis gendernya. Kucing adalah die Katze, feminin, jadi kata gantinya adalah sie (subyek), sie (obyek Akkusativ), dan ihr (obyek Dativ). Tetapi, kucing jantan disebut der Kater, sehingga harus ikut contoh di atas, ya. 

Das Krokodil, netral, jadi kata gantinya adalah es (subyek), es (obyek Akkusativ), dan ihm (obyek Dativ).

Alles Gute!!!




Kamis, 27 September 2012

Mengurus visa Austria

Griass God*,
saya lagi happy nih, ich bin soooo fröhlich, karena saya dapat beasiswa dari pemerintah Austria untuk mengikuti suatu training kepemiluan. Ich bekomme ein Stipendium von der Osterreichischen Regierung für ein Training in Osterreich. 

Oh ya, bahasa resmi di Austria adalah bahasa Jerman. Meskipun dalam training bahasa yang digunakan dalah bahasa Inggris. Ini sih asumsi saya aja, alasan saya lolos seleksi adalah salah satunya karena saya bisa berbahasa Jerman, he he he, meski pengalaman saya memantau pemilu juga sudah cukup banyak juga sih, saya mantau pemilu di Indonesia sejak tahun 1999 (pemilu pertama pasca reformasi) dan juga sudah memantau pemilu di 3 negara lainnya untuk 5 jenis pemilu yang berbeda.  

Trainingnya berlangsung 28 Oktober - 23 November 2012 di Stadtschlaining, Austria. Menginapnya di hotel Burg Schlaining. Wuih, tinggal dan menginap di Burg atau kastil merupakan satu impian saya sejak kecil. 

Kayaknya karena waktu kecil kebanyakan baca bukunya Enid Blyton yang banyak bercerita tentang petualangan di kastil-kastil Inggris. Yang tidak tau buku-bukunya coba klik Lima Sekawannya, Enyd Blyton, atau tanya mama dan papa kamu. Buku-buku ini populer banget tahun 80-an. 



Kastil Burg Schlaining. Keren yakkk. Foto diunduh dari  http://www.travel2austria.com/?Burgenland:Schlaining%2FStadtschlaining. Karena saya belum ke sana. Kalau dah ke sana, saya potret dan upload di sini. 

Sebelum berangkat tentu saja kita harus punya visa. Austria termasuk negara Schengen, artinya jika kita memiliki visa Schengen, kita bisa bebas masuk ke negara mana saja yang sama-sama negara Schengen. Ada 25 negara yang tergabung dalam Schengen, sedapppp.

Saya mau cerita dulu proses membuat visa ke Austria. Kalau lihat prosedur di websitenya kedutaan Austria, sebenarnya standar saja, kurang lebih sama dengan yang peraturan yang ada di kedutaan lain. 

Dokumen yang saya persiapkan :
1. Undangan dari institusi yang mengundang saya. Asyiknya, organisasi pengundang saya ini langsung mengirimkan surat undangan tersebut ke pihak kedutaan sejak jauh-jauh hari. Jadi begitu saya menyodorkan aplikasi saya, pihak kedutaan sudah punya bukti surat yang sama. :D 

Dalam undangan tersebut disebutkan bahwa saya mendapat beasiswa, dengan demikian akomodasi saya ditanggung oleh pemerintah Austria. Jadi saya tidak perlu menunjukkan bukti keuangan berupa foto kopi buku tabungan dan bukti reservasi hotel. 

Karena beasiswa dari pemerintah Austria (lagi-lagi!) saya tidak perlu bayar visa alias gratis. Normalnya, untuk visa turis harus membayar Rp 691.000 (persisnya lihat di website ini ya)

2. Berhubung beasiswa tersebut menyebutkan jangka waktu tertentu, dan saya mau extend masa tinggal saya untuk beberapa hari untuk jalan-jalan ke kota Wina dan jika beruntung ke Salzburg. (iya dong, masa di Austria cuma tau kastil Burg Schlaining aja, he he he), saya meminta surat sponsor dari organisasi saya untuk menyatakan menanggung semua biaya selepas program tersebut. Meskipun dalam kenyataan, saya yang menanggung biayanya. Ya iyalah, yang jalan-jalan kan saya :). Tapi kalau pakai nama institusi, kayaknya lebih dipercaya.

3. Booking tiket. Saya meminta travel agent langganan untuk membuatkan booking tiket sebagai dokumen pelengkap. Booking tiket boleh berbeda selama belum diissued. Maksudnya, waktu mengajukan aplikasi kita menggunakan booking tiket Lufthansa, tapi begitu visa keluar kita membeli dan menggunakan Qatar Airways. Kalau dulu sih, katanya gak boleh. Kalau sudah book tiket Lufthansa misalnya, ketika keluar visa harus menunjukkan tiket asli dan harus Lufthansa. 

4. Form aplikasi yang didownload dari websitenya kedutaan Austria. Form berbahasa Inggris, klik di sini. Form berbahasa Jerman, klik di sini. Diisi dengan baik dan rapi. Sesuaikan dengan dokumen pelengkap lainnya. Cara mengisinya, nanti dalam postingan lain, ya.

5. Asuransi Travel dan kesehatan. Kedutaan Austria meminta asuransi dengan nilai minimal 30.000 Euro. Saya mengambil asuransi di Zurich Asuransi. Premi untuk satu bulan (31 hari) adalah USD 75 (kelas Gold). Saya ambil kelas Gold karena kalau kelas Silver nilai pertanggunganya gak mencapai 30.000 Euro, jadi pasti akan ditolak oleh kedutaan Austria. Berhubung saya akan pergi selama 41 hari (itu itung-itungannya orang asuransi), jadi saya ditambahkan dua minggu. 

6. Pas foto cukup satu lembar saja. Tapi ukurannya gak biasa yang digunakan standar tukang poto, 2x3, 3x4, atau 4x6. Pembuatan foto ini ada aturannya, untungnya kedutaan sudah buat aturannya. Saya print saja aturan itu dan bawa ke Fuji Film, karyawan di sana sudah tau kok. Foto saya diterima dan gak dicomplain sama kedutaan. 

7. Paspor (selbstverstandlich!). Cek masa berlaku paspor, kalau sudah mendekati 6 (enam) bulan expired, lebih baik langsung diperpanjang. 

Kedutaan Austria cenderung lebih sepi daripada kedutaan Jerman. Waktu saya datang ada seorang ibu dan anaknya, dan seorang kurir. Saya sih datang sendiri, karena ingin tau prosedur pembuatan visa. Untung juga sih saya gak diwakili orang lain, karena  pengajuan visa si ibu diterima, sedangkan suaminya belum diterima, si bapak harus datang sendiri ke kedutaan. Repot ya, tapi biasanya ini kalau untuk mereka yang baru pertama kali ke Austria. Orang kedutaannya mau kenalan dulu kali ya, ha ha ha.

Saya sendiri sewaktu dokumen saya dibawa masuk, ada bule dari bagian visa keluar dari ruangannya. Kayaknya saya 'dicek', meski dari jarak jauh. Gak lama kemudian bagian resepsionis memanggil saya dan mengatakan bahwa pengajuan visa saya diterima, gak usah bayar visa dan visa bisa diambil tanggal 9 Oktober 2012, jam 9-12 WIB. Alhamdulillah.... One step closer to fill up the dreams. Thank God, I know you have better plans for me. Mohon doanya, ya, supaya lancar-lancar saja.

Note:
*Griass God adalah salam yang banyak digunakan di Austria. 

Mengurus visa ke Jerman oleh Rina Fitriani

Hallo Freunde,
kebanyakan yang belajar bahasa Jerman adalah mereka yang ingin pergi ke Jerman. Apakah untuk kuliah, jalan-jalan, mau jadi Au Pair atau bahkan karena mau nikah dengan orang berkewarganegaraan Jerman.

Berhubung saya belum pernah ke Jerman, saya gak punya pengalaman mengurus visa ke Jerman. Tapi saya punya banyak teman-teman yang sudha pernah kesana. Saya meminta mereka berbagi pengalaman mengurus visa. Siapa tau berguna.

Pengalaman di bawah ini adalah pengalaman teman saya, Frau Rina Fitriani, guru bahasa Jerman di sebuah SMA negeri di Jakarta Utara. 

Fr. Rina di depan Reisezentrum, Potsdam, Mei 2012

Liebe Pipit, waktu mengurus visa ke Jerman aku punya pengalaman 2 kali yg berbeda. Pertama waktu tahun 2011, mengurus visa menggunakan paspor hijau, harus mengantri di pagar dan lumayan lama. 

Setelah masuk ke dalam kedutaan, form yg sudah diisi diperiksa, kalo ada yang kurang disuruh lengkapi. Karena aku undangan dari GI jadi gak ribet, terus langsung ke atas, ambil nomor antrian.. gila yang ngantri banyak banget .. 

loketnya terbagi 5 ada loket utk perjalanan dinas, yng menetap lebih dari 2 bulan, 1 bulan dan buat tour.. yang banyak di tolak untuk visa bekerja , kalo persyaratan kurang atau gak bisa jawab interview ya visanya gagal.. suruh melengkapi.. 

Waktu itu ada pasangan yg mau ke Jerman untuk mengunjungi  anaknya yg mau wisuda. Hanya karena nama hotel di sana gak ada, gak bisa urus visa. Pokoknya ribet deh.... dan memang semua dokumen harus lengkap. Tapi kalo rekomendasinya dari Goethe institut gak ada masalah.. serahkan dokument 10 menit selesai dan visa di ambil 6 hari kemudian..

bulan mei kemarin peraturannya beda, sebelum mengurus visa kita bikin appointment dulu hari apa kita mau urus.. appointmentnya ada di website kedutaan, tinggal diisi, nanti otomatis waktu, jam serta tanggal appoitnment di kirim via e mail.. terus di print.. untuk datang ke kedutaan harus pake printan appointment itu, karena sekuritinya punya data/ copian appointmn kita tsb. 

Kalo sdh sama kita bs masuk kedutaan dan langsung naik ke lantai 2 . disana gak terlalu antri karna di bawah tadi sdh di atur jumlah pengunjung.. yang penting dokument lengkap. Kemarin karna aku jg dr goethe dan paspornya paspor biru jadi gampang banget .. gak sampai 5 menit, selesai.. 

reisedienst gitu visaku...dan pengambilan 6 hari setelah apply.. Intinya Pit.. kalo dokument lengkap dan ngikuti aturan yg ada di web site gampang kok.. siswa ku yg mau bekerja di jerman ngurusnya juga gampang asal dokumen lengkap.. 

cukup jelas ya Pit, kalo ada yg krg jelas silahkan tanya lagi. 

Liebe Gruesse... Rina

Sabtu, 15 September 2012

Menyebutkan jam dalam bahasa Jerman

Bagaimana sih menyebutkan jam dalam bahasa Jerman? Ada dua cara: cara resmi dan menyebutkan jam dengan bahasa sehari-hari.

Menyebutkan jam secara resmi misalnya jam 12.15, dibaca um zwölf Uhr fünfzehn. Biasanya terdengar di Bahnhof (stasiun kereta api), Flughafen (bandara), radio dan televisi.

Nah, kalau membaca jam dengan bahasa sehari-hari bagaimana? Sama dengan orang Indonesia, yaitu jam dua belas lewat seperempat. Bahasa Jermannya adalah Viertel nach zwölf. Viertel artinya seperempat, zwölf sudah tau kan artinya, yaitu 12, nach digunakan untuk menyebutkan istilah 'lewat' ketika menyebutkan waktu. Jadi, arti nach di sini bukan 'ke', tetapi 'lewat'.

Untuk menyebutkan istilah 'kurang dari' bahasa Jerman menggunakan preposisi 'vor'. Misalkan jam 11.45, maka dibaca elf Uhr fünfundvierzig atau Viertel vor zwölf.

Foto merupakan courtessy dari IchLiebeDeutsch

Lihat gambar di atas, um berarti tepat jam sekian, vor = kurang dari, dan nach = lewat dari. 

Jam 12.30 dibaca setengah satu oleh orang Indonesia, orang Jerman menyebutnya halb eins. Sama, kan?

Kalau jam 12.35, dibaca lima menit lewat dari setengah satu, orang Jerman menyebutnya fünf nach halb eins. Mudah, ya? Demikian juga jam 12.25, dibacanya fünf vor halb eins.

Alles Gute!!!

Kamis, 30 Agustus 2012

Adjektive Deklination untuk unbestimmte Artikel

Membuat kata gabung dalam bahwa Jerman sama dengan bahasa Inggris. Menerangkan dan Diterangkan. 

Misalnya : This is an expensive book. That is a good pen.

Adjektiv atau kata sifat diletakkan sebelum kata benda. Penggunaan kata a dan an yang bermakna sebuah, tergantung apakah adjektive tersebut dimulai dengan huruf vokal atau konsonan.

Adjektiv dalam bahasa Jerman juga diletakkan sebelum kata benda, tetapi dalam bahasa Jerman, penulisan kata sebuah tergantung posisi atau kasus kelompok kata tersebut dalam kalimat.

Jadi subyek berbeda dengan obyek. Obyeknya juga tergantung obyek Dativ atau obyek Akkusativ. Untuk sementara saya kasih tabelnya. Penjelasan tambahan akan saya berikan kemudian.


Rabu, 25 Juli 2012

Müsli : untuk sarapan atau makan malam?


Müsli ist eine Zubereitung aus Haferflocken und weiteren Produkten auf Getreidebasis  sowie Obst beziehungsweise Trockenobst, die mit MilchJoghurt oder Fruchtsaft üblicherweise zum Frühstück gegessen wird.

die Zubereitung = Persiapan, di sini; makanan
Haferflocken = oat flakes, oat (semacam gandum) yang dicincang
weiter, weiteren = selanjutnya, di sini: yang lain
Getreidebasis = berbahan dasar gandum
Getreide = Gandum
sowie = juga
beziehungsweise = lebih tepatnya
trocken = kering
das Obst = buah
der Saft = jus
üblicherweise = biasanya
das Frühstück = sarapan
gegessen wird = dimakan


Müesli ist neben Schweizer Schokolade und Fondue eine der Schweizer Spezialitäten, die weltweit gegessen werden. Heute ist Müsli wesentlicher Bestandteil der europäischen Frühstückskultur. In der Schweiz hingegen wird Müsli eher als leichte Mahlzeit zum Abendessen verzehrt. – Birchermüesli complet ist Birchermus mit Butterbrot und Milchkaffee.

neben = di samping, di sini: selain
die Spezialitäten = makanan khas
weltweit = worlwide, di seluruh dunia
wesentlich = penting
Bestandteil = bagian penting
hingegen = sebaliknya, tetapi
eher = lebih awal 
leicht = ringan
Mahlzeit = waktu makan
verzehrt, verzehren = makan
das Butterbrot = roti dioles mentega
der Milchkaffee = kopi susu

Note :
Tertarik ikutan bisnis online, penghasilan 4-7 juta sebulan dan ikutan keluar negeri gratis ??? Gampang caranya. Add saja akun FB saya yang ada di sebelah kanan atau kiri artikel ini.  

Kalau sudah jadi friend saya di FB, nanti saya undang ke pertemuan bisnis kami. Tenang, kalau cuma hadir di pertemuan bisnis, gak perlu bayar. Pertemuannya juga online, lewat Facebook. Jadi gak perlu keluar rumah, kalau lagi di luar rumah, gak perlu batalin janji. Kan bisa lewat handphone. Asyik, kan. Yuk, gabung yuk.



Rabu, 18 Juli 2012

Fastenmonat im Sommer


Für viele junge MuslimInnen in Europa und in den USA ist dies der erste Fastenmonat im Sommer. Damit verlängert sich die Zeit des Fastens täglich auf bis zu 16 Stunden. Um sich optimal dafür vorzubereiten, sollten einige wichtige Vorkehrungen getroffen werden. 

sich verlängern = memanjang, perpanjang
täglich = setiap hari
bis zu = hingga
auf bis zu = hingga mencapai
um ... zu = salah satu konjungsi (kata penghubung) artinya ‚supaya‘
sollten = sebaiknya
Vorkehrungen = to make arrangements, mengatur

Foto : courtessy Pusat Humor Indonesia

Auch wenn der Ramadan bereits in weniger als einer Woche stattfindet, ist es eine große Hilfe ausgewählte Tage freiwillig davor zu fasten. Montag und Donnerstag sind dabei besonders wertvoll, da an diesen Tagen der Prophet ebenfalls diesen Gottesdienst praktizierte. 

bereits = sudah
stattfinden = melaksanakan
ausgewählte Tage = hari-hari yang dipilih
eine große Hilfe = bantuan yang sangat besar
freiwillig = sukarela
an diesen Tagen = hari-hari tersebut
besonders = terutama
wertvoll = bernilai
Gottesdienst = ibadah
ebenfalls = juga

Note :
Tertarik ikutan bisnis online, kerja di rumah, penghasilan 4-7 juta sebulan dan keluar negeri gratis ??? Gampang caranya. Add saja akun FB saya yang ada di sebelah kanan atau kiri artikel ini.  

Kalau sudah jadi friend saya di FB, nanti saya undang ke pertemuan bisnis kami. Tenang, kalau cuma hadir di pertemuan bisnis, gak perlu bayar. Pertemuannya juga online, lewat Facebook. Jadi gak perlu keluar rumah, kalau lagi di luar rumah, gak perlu batalin janji. Kan bisa lewat handphone. Asyik, kan. Yuk, gabung yuk. Non Oriflame member only.


Ramadan


Ramadan gilt als wichtigster und heiligster Monat im islamischen Kalender. In dieser Zeit stehen Spiritualität, Selbstreinigung und Barmherzigkeit im Vordergrund. Einem Fastenden zu speisen etwa, ist nach islamischen Überlieferungen wie selbst einen Tag zu fasten. Der Stellenwert des Fastens hat aber nur bedingt etwas mit dem sich Enthalten von Essen und Trinken zu tun. In diesem Monat konzentrieren sich die Gläubigen voll und ganz auf Gott, seine letzte Offenbarung, den heiligen Koran und das Leben des Propheten Mohammed (Friede und Segen sei auf Ihn).



Glossar
gilt, gelten = berlaku
wichtigster = bentuk superlativ dari kata wichtig
In dieser Zeit = saat ini
Selbstreinigung = pensucian diri
Barmherzigkeit = pengampunan
Vordergrund = foreground, latar depan
Fastender, Fastende = orang yang berpuasa
Einem Fastenden zu speisen etwa = memberi makan kepada orang yang berpuasa
Überlieferungen = mengirimkan, di sini bermakna : ajaran
der Stellenwert = Titik berat
sich konzentrieren auf = berkonsentrasi pada
Offenbarung = manifestasi
der heilige Koran, den heiligen Koran = Kitab suci al QUr’an
der Prophet Mohammed, Friede und Segen sei auf Ihn = Nabi Muhammad SAW (Shalallahu 'Alaihi Wassalam)


Note :
Tertarik ikutan bisnis online, kerja di rumah, penghasilan 4-7 juta sebulan dan keluar negeri gratis ??? Gampang caranya. Add saja akun FB saya yang ada di sebelah kanan atau kiri artikel ini.  

Kalau sudah jadi friend saya di FB, nanti saya undang ke pertemuan bisnis kami. Tenang, kalau cuma hadir di pertemuan bisnis, gak perlu bayar. Pertemuannya juga online, lewat Facebook. Jadi gak perlu keluar rumah, kalau lagi di luar rumah, gak perlu batalin janji. Kan bisa lewat handphone. Asyik, kan. Yuk, gabung yuk. Non Oriflame member only.


Herzlich Willkommen, lieber Ramadan


In wenigen Tagen beginnt der heilige Fastenmonat Ramadan. Beginnend mit der Morgenröte enthalten sich MuslimInnen jeden Tag bis zum Sonnenuntergang von Essen und Trinken. Nach 29 oder 30 Tagen begehen die Gläubigen ein großes Fest. Wir haben für unsere muslimischen LeserInnen einige praktische Hilfestellungen vorbereitet.

Morgenröte = terbitnya cahaya kemerahan matahari, imsak, saat dimulainya berpuasa



in wenigen Tagen = beberapa hari lagi
heilig, heilige = suci, holy
Fasten, fasten = puasa, berpuasa
Morgenröte = terbitnya cahaya kemerahan matahari, imsak
enthalten sich = menahan diri
MuslimInnen = kaum muslim (bentuk plural)
Sonnenuntergang = matahari terbenam
Nach 29 oder 30 Tagen = setelah 29 atau 30 hari
begehen = melaksanakan
die Gläubigen = orang yang percaya
ein großes Fest = pesta besar
einige praktische Hilfestellungen = tips
vorbereiten = mempersiapkan 


Note :

Tertarik ikutan bisnis online, kerja di rumah, penghasilan 4-7 juta sebulan dan keluar negeri gratis ??? Gampang caranya. Add saja akun FB saya yang ada di sebelah kanan atau kiri artikel ini.  

Kalau sudah jadi friend saya di FB, nanti saya undang ke pertemuan bisnis kami. Tenang, kalau cuma hadir di pertemuan bisnis, gak perlu bayar. Pertemuannya juga online, lewat Facebook. Jadi gak perlu keluar rumah, kalau lagi di luar rumah, gak perlu batalin janji. Kan bisa lewat handphone. Asyik, kan. Yuk, gabung yuk. Non Oriflame member only.